Angkasa Pura 2

Djoko Setijowarno: BBM Boleh Dinaikkan Kecuali untuk Angkutan Umum

KoridorSelasa, 7 Oktober 2014
djoko unika SMG

JAKARTA (beritatrans.com) – Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Sesuai rencana November 2014 subsidi BBM di APBN akan dikurangi secara bertahap.Implikasinya, harga BBM akan naik sekitar Rp3000 per liter dari harga sekarang khususnya premium menjadi Rp9.500.

“Harga BBM dapat naik, tapi harus ada perkecualian bagi angkutan umum penumpang dan barang berplat kuning yang berbadan hukum,” ujar pakar transportasi Ir.Djoko Setijowarno,M.Str kepada beritatrans.com di Jakarta, Selasa (7/10/2014).

Dikatakan, sampai saat ini masih banyak angkutan umum yang tidak atau belum berplat kuning. Kondisi tersebut bisa memicu timbulnya masalah di lapangan. “Pemerintah bisa memfasilitasi angkutan umum yang belum berplat kuning serta belum mempunyai badan hukum,” jelas Djoko yang juga staf pengajar Unika Soegijopranoto Semarang itu.

“Dengan cari ini akan mempercepat dorongan angktan umum wajib berbadan hukum sesuai amanah pasal 139 (4) UU 22/2009 tentang LLAJ,” kata Djoko.

Ditambahkan Djoko, populasi angkutan umum sebanyak 3%, angktn barang 4%, sedangkan kendaraan pribadi 93%. Sementara, jumlah sepeda motor 40% & mobil 53%.

“Melalui proses kuningisasi kendaraan angkutan umum, akan lebih mudah dikontrol. Pengawasan BBM subsidi juga lebih mudah dan potensi penerimaan pajak otomatis meningkat,” tegas Djoko.(helmi)