Angkasa Pura 2

Narkoba Lebih Berbahaya Dari Kecelakaan Balapan F1

Another NewsSelasa, 7 Oktober 2014
IMG_00000429_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Narkoba ternyata lebih berbahaya dari kecelakaan pada balapan Formula 1 (F1). Padahal jenis balapan mobil yang dikenal sebagai jet darat ini sering mengalami kecelakaan fatal hingga mobilnya hancur berkeping-keping.

“Tapi tingkat membunuhnya jauh lebih banyak akibat mengkonsumsi narkoba,” kata Direktur Advokasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Brigjen. Pol. Victor Pudjiadi dalam pelatihan kader anti narkoba Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) di Jakarta, Selasa (7/10/2014).

Victor mengatakan, tidak sedikit kecelakaan transportasi yang menimbulkan korban jiwa disebabkan narkoba. Contohnya adalah kasus Apriani Susanti yang menabrak 13 orang pejalan kaki di daerah sekitar Tugu Tani Jakarta Pusat beberapa waktu lalu, 9 orang meninggal dan 4 orang lainnya luka parah.

“Setelah dieriksa, Apriani Susanti yang merupakan salah seorang cucu mantan pejabat negara itu sebelum kecelakaan dia menggunakan narkoba,” ujar Victor.

Sopir-sopir angkutan umum yang mengalami kecelakaan juga menurut Victor tidak sedikit yang sebelumnya mengkonsumsi narkoba dan minuman keras. Bahkan bukan hanya sopir angkutan umum, tetapi masinis, nakhoda, dan pilot juga banyak yang terlibat narkoba.

“Jadi meskipun kita tidak konsumsi narkoba, bisa ikut celaka oleh orang yang mengkonsumsi barang haram itu,” kata Victor.

Sementara Itu, Wakil Ketua Penanggulangan Anti Narkoba RKIH Tari Siwi Utami mengatakan, RKIH sengaja menggandeng BNN untuk mengadakan kegiatan advokasi pelatihan kader anti narkoba.

“Sebagai organisasi Relawan pendukung Jokowi-JK, kami berkomitmen membantu pemerintah untuk membebaskan Indonesia dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” kata Tari. (aliy)

loading...