Angkasa Pura 2

Rawan Kecelakaan, Bimbing dan Dampingi Anak-Anak di Jalan Raya

KoridorSelasa, 7 Oktober 2014
anak2 di jln

JAKARTA (beritatrans.com) – Anak-anak merupakan pihak yang cukup rawan menjadi kurban kecelakaan di jalan raya. Mereka belum mengerti benar, bagaimana tata cara berjalan serta aturan hukum berlalu lintas. Di pihak lain, banyak pula pengguna jalan yang kurang peduli akan keselamatan pejalan kaki ini.

Oleh karena itu, orang tua, guru atau pihak sekolah harus lebih peduli dan waspada mengawasi anak-anaknya. Bila perlu mendampingi anak didiknya terutama saat melintas di jalan apalagi menyeberang jalan raya. Biasakan anak-anak berjalan di jalur yang benar. Menyeberang di zebra cross atau di tempat benar dan dengan cara yang benar pula.

Temuan beritatrans.com kemarin, puluhan anak-anak usia SD menyeberang di keramaian jalan Silang Monas Jakarta dengan seenaknya. Padahal, jalanan sedang ramai karena terjadi siang hari pada jam kerja. Jika lengah akan fatal akibatnya karena nyawa menjadi taruhannya.

Sedang orang tua atau guru sekolah sering lengah dan mengabaikan anak-anak didiknya saat melintas di jalan umum. Anak-anak harus didampingi dan diawasi bahkan dipandu saat menyeberang jalan. Terlebih jika sedang belajar di luar ruang kelas apalagi di objek wisata. Guru harus waspada, karena banyak anak sering menyeberang seenaknya, sementara banyak pengguna jalan kurang peduli.

Banyak kasus anak-anak menjadi kurban kecelakaan di jalan raya. Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub)Suroyo Alimoeso menuturkan, data Korlantas Polri menyebutkan, jumlah kurban kecelakaan di jalan raya masih tinggi sekitar 31.000 orang per tahun. “Dari jumlah tersebut, termasuk anak-anak usia SD termasuk mereka pejalan kaki,” kata dia.

Dalam rangkaian Pekan Keselamatan Transportasi Jalan Tahun 2014, Menhub EE Mengindaan berserta jajaran fokus pada pendidikan dan penyadaran anak-anak pada keselamatan bagi pejalana kaki terutama anak-anak. “Banyak anak-anak dan orang-orang usia produktif menjadi kurban kecelakaan di jalan raya. Kasus itu harus dicegah dan kurban jiwa yang mati sia-sia di jalan raya harus dihindari,” pinta Menhub.

Saat itu, Menhub dan staf langsung mengajak anak-anak usai SD tata cara berjalan kaki yang benar. Selain itu, juga cara menyeberang jalan dengan tetap mengindahkan pengguna jalan lain, sehingga ada jaminan keselamatan yang tinggi. “Rekomendasi PBB, angka kecelakaan di jalan raya terutama yang melibatkan anak-anak harus ditekan. Bila perlu dihilangkan sama sekali,” harap kader Partai Demokrat itu.(helmi)

loading...