Angkasa Pura 2

Bahaya, Ada 3.600 Pintu Perlintasan Liar KA di Jawa Tengah

EmplasemenKamis, 9 Oktober 2014
Laka Perlintasan KA

DENPASAR (beritratrans.com) – Banyak pintu perlintasan kereta api (KA) sebidang di Jawa Tengah yang tidak dijaga dan tidak berpalang pintu. Dari sekitar 200 pelintasan KA sebidang yang resmi, membengkak menjadi 3.600 titik. Pemerintah pusat dan daerah harus segera menertibkan palang pintu terutama yang ilegal tersebut. Jawa Tengah dilintasi jalur KA baik lintas utara atau lintas selatan Jawa.

“Perlintasan KA sebidang yang tak dijaga dan tak berpalang pintu di Jawa Tengah makin bertambah dan itu sangat berbahaya. Jika jalur double track KA sudah berfungsi optimal, di Jawa Tengah rata-rata 10 menit sekali ada KA melintas. Jika perlintasan KA sebidang tersebut tak segera ditata dan ditertibkan bisa berbahaya,” ujar Kasubag Program Transportasi Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Dahyan Iswandi menjawab beritatrans.com di Denpasar, Kamis (9/10/2014).

Kasus terakhir, lanjut dia, kecelakanan KA dengan minibus di daerah Demak Jawa Tengah dengan kurban 8 orang meninggal dunia. KA Agrobromo jurusan Jakarta-Surabaya ditabrak minibus di perlintasan KA yang tak dijaga. Pengguna jalan tidak sabar dan tak menaati aturan lalu lintas. “Mereka itulah yang berbahaya,” kata Dahyan.

Dinas Perhubungan Jawa Tengah bersama Polri dan Pemda setempat tengah mendata dan memetakan titik-titik perlintasan KA sebidang yang tidak berpintu guna mengambil kebijakan yang lebih lanjut. “Jika perlintasan KA ilegal dan rawan bisa ditutup. Untuk titik tertentu, bisa dibuat pintu perlintasan dan dijaga. Jika mungkin dibangun underpass atau flyover. Tapi, semua itu harus dikaji dan ditetapkan siapa yang harus membangun, Kementerian PU atau Pemprov Jawa Tengah,” papar Dahyan.

Dinas Perhubungan Jawa Tengah terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terutama di perlintasan KA sebidang. “Masyarakat harus taat pada hukum dan aturan yang berlaku. Jika palang pintu KA sudah tertutup harus berhenti. Kalau mau melintasi jalan kereta harus ekstra hati-hati dan dipastikan aman,” papar Dahyan.

Dinas Perhubungan Jawa Tengah mengajak semua pemangku kepentingan termasuk masyarakat pengguna jalan untuk tertib berlalu lintas saat menyeberang perlintasan KA. “Sesuai UU, KA harus diprioritaskan dan kendaraan lain harus mengalah. Ini perintah UU dan demi keselamatan transportasi mereka sendiri,” tegas Dahyan lagi.(helmi)

loading...