Angkasa Pura 2

16 Oktober Tarif Tol Jakarta-Cikampek Naik

KoridorJumat, 10 Oktober 2014
tol cikatang utama

JAKARTA (beritratrans.com) – Tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek akan segera naik. Kenaikan itu berlaku efektif mulai Kamis, 16 Oktober 2014 dengan kisaran sampai 50% dari tarif lama. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum menyetujui kenaikan yang diusulkan PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku pengelola Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Usulan kenaikan PT Jasa Marga bisa diterima oleh BPJT dengan alasan yang rasional. “Berdasarkan laju inflasi Jakarta dan Bekasi periode 1 September 2012-31 Agustus 2014, prosentase kenaikan tol setelah pembulatan berkisar sampai 50 persen,” ujar Kepala Bidang Pengawasan dan Pemantauan Sekretariat BPJT Kornel Sihaloho di kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Kamis (9/10/2014).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, laju inflasi Jakarta untuk periode tersebut sebesar 14,01 persen. Sedangkan untuk wilayah Kota Bekasi mencapai 12,95 persen. “Kenaikan tarif itu berlaku buat sistem transaksi tertutup Cikarang Barat-Cikampek (41,30 kilometer) dan sistem terbuka Jakarta Interchange-Cikarang Barat (31,20 kilometer),” kata Kornel seperti dikutip tempo.

Namun kata Kornel, tak semua segmen Jalan Tol Jakarta-Cikampek mengalami kenaikan tarif. Kenaikan pada segmen Ramp Pondok Gede Timur dan Ramp Pondok Gede Barat tarifnya tetap Rp1.500, khususnya untuk kendaraan golongan I-III. Sedangkan untuk golongan IV-V naik masing-masing Rp500.

Tarif kendaraan golongan I untuk segmen Cikarang Barat-Dawuan dengan jarak 35,45 kilometer naik 7,14 persen dari Rp7.000 menjadi Rp7.500. Kenaikan sebesar 50 persen terjadi pada segmen Cibatu-Cikarang Timur (2 kilometer) untuk kendaraan golongan V, yaitu dari Rp1.000 menjadi Rp1.500. “Jasa Marga telah memenuhi kewajibannya dalam pemenuhan standar pelayanan minimal jalan tol sehingga sudah bisa menaikkan tarif,” jelas Kornel.(helmi)