Angkasa Pura 2

Tak Ada NOTAM

INACA Terus Cermati Erupsi Gunung Sinabung

KokpitJumat, 10 Oktober 2014
Sinabung erupsi

JAKARTA (beritatrans.com) – Gunung Sinabung di Sumatera Utara kembali erupsi. Sedikitnya lima pesawat batal lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Namu Kamis (9/10/2014) pagi karena semburan abu vulkanik gunung Sinabung mengganggu penerbangan di bandara itu.

Ketua INACA (Indonesian National Air Carriers Association) Arif Wibowo membenarkan adanya gangguan penerbangan di Bandara Kuala Namu Sumatera Utara sejak kemarin. “Kalau kemarin dilaporkan ada beberapa penerbangan di Bandara Kuala Namu tertunda atau dibatalkan termasuk Citilink,” katanya menjawab beritatrans.com di Jakarta, Jumat (10/10/2014).

Pihak maskapai akan terus mencermati perkembangan erupsi gunung Sinabung di Sumatera Utara tersebut. “Tapi sampai pagi ini tak ada NOTAM (notice to airman) sehingga aman bagi aktivitas penerbangan. Pesawat Citilink dari Kuala Namu penerbangan jam 06.00 dari Medan berjalan normal sesuai jadwal,” kata Arif lagi.

Kendat begitu, perkembangan erupsi gunung Sinabung akan terus dipantau dan dicermati pihak maskapai penerbangan nasional. “Jika memang membahayakan penerbangan, maka tak bisa dipaksakan terbang ke Kuala Nama. Keselamatan penerbangan harus tetap yang utama,” kata Dirut Citilink itu.

Sebelumnya dilaporkan, beberapa penerbangan di Bandara Kuala Namu yang ditunda adalah dua pesawat Air Asia, satu pesawat Garuda Indonesia, satu pesawat Citilink, dan satu pesawat Sriwijaya. Semua penerbangan kemudian mulai berangkat pada pukul 12.00 WIB.

“Penundaan keberangkatan merupakan kebijakan Airlines (maskapai) karena khawatir perjalanan akan terganggu debu. Sebenarnya abu vulkanik yang dikeluarkan Sinabung belum begitu menganggu,” ujar Humas dan Protokoler Angkasa Pura II, Dewandono Prasetyo Nugroho, Kamis.

AP II, imbuh Dewandono, melakukan pembersihan landasan hingga ke apron dan taxi way yang diselimuti debu vulkanik. Bahkan AP II juga membantu menyemprot badan pesawat yang terkena debu vulkanik.

“Mulai pukul 03.00 WIB dini hari, kita sudah melakukan pembersihan landasan bandara yang terselimuti debu tebal. Kita juga membantu pihak maskapai untuk membersihkan badan pesawat yang terkena,” ujarnya.

Dewandono mengatakan jarak pandang pada Kamis siang masih aman, yaitu 3.000 Meter. Sementara itu, aktivitas Gunung Sinabung masih meningkat. Sejak Rabu malam, gunung terus mengeluarkan debu vulkanik dan awan panas.(anwar/helmi)

loading...