Angkasa Pura 2

YLKI: Macet Makin Parah, Tarif Tol Cikampek Tak Boleh Naik!

KoridorJumat, 10 Oktober 2014
tol

JAKARTA (beritatrans.com) – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) melakukan audit standar pelayanan minimum (SPM) di jalan tol.

“SPM di jalan tol belum diubah sejak 10 tahun terakhir. Dan kini SPM makin buruk karena kemacetan arus lalu lintas di jalan tol makin tinggi,” ujar Ketua YLKI Tulus Abadi pada beritatrans.com di Jakarta, Jumat (10/10/2014).

Menurutnya, BPJT tak adil menyetujui usulan PT Jasa Marga untuk menaikkan tarif jalan tol di ruas Jakarta-Cikampek. “Parameter yang digunakan hanya mengacu pada laju inflasi,” kata dia.

Dia mengemukakan SPM yang paling jelas, tutur Tulus adalah antrean di loket pembayaran tol yang kian panjang. “Idealnya, antrean hanya lima mobil menjelang loket tol. Tapi, kalau pagi atau sore, antrean menjelang pintu tol mengular sangat panjang,” jelas dia.

Sebelum tarif naik, SPM ini harus dipertegas. Operator harus memperbaiki layanan di pintu tol, proses pembayaran cepat dan antrean tak panjang. “Jika SPM ini belum dipenuhi, tak layak tarif tol naik,” tegas Tulus.

Sebelumnya diberitakan tarif tol Jakarta sampai Cikampek akan mengalami kenaikan hingga 50 persen. Hal ini sejalan dengan PT Jasa Marga (persero) Tbk selaku pengembang jalan tol Jakarta -Cikampek sepanjang 72,50 km, yang telah memenuhi standar pelayanan minimal (SPM).

Kepala Bidang Pengawasan dan Pemantauan Sekretariat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU Kornel Sihaloho menjelaskan kenaikan tarif berlaku efektif kamis 16 Oktober 2014, pukul 00.00 WIB.(helmi)

loading...