Angkasa Pura 2

Selasa, Kemenhub Sosialisasikan Kenaikan Tarif Batas Penerbangan

KokpitSabtu, 11 Oktober 2014
pswt lion-ga

JAKARTA (beritatrans) – Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub) selaku Plt Dirjen Perhubungan Udara Ir.Santoso Eddy Wibowo,M.Sc mengatakan, pihaknya telah menandatangani penetapan tarif batas atas pesawat sebesar 10 persen. Kemenhub berencana mensosialisasikan tarif batas atas pesawat 10 persen kepada maskapai dan masyarakat.

Sosialisasi kenaikan tarif batas atas akan dilakukan Kemenhub dan berlaku paling lambat akhir Oktober atau awal November 2014. “Batas atas 10 persen ini sudah ditandatangani Pak Menteri Perhubungan,” ungkap dia kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (10/10/2014).

Kemenhub akan menggelar sosialisasi mengenai tarif batas atas pesawat ini pada Selasa pekan depan. Saat ini, pihaknya tengah menunggu keputusan Menteri Hukum dan HAM dalam persetujuan penetapan tarif batas atas. “Selasa depan kita sosialisasi, kemudian pertengahan bulan bisa diterapkan kalau disetujui Kemenkumham,” sambung Santoso.

Dia menjelaskan, penetapan tarif batas atas sebesar 10 persen mempertimbangkan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan harga minyak dunia.

“Harga dolar saat itu sudah mencapai Rp13 ribu dan harga minyak Rp13 ribu. Pada tahun 2009 ditetapkan harga dolar Rp10 ribu harga minyak Rp9 ribu, tapi kenyataannya sekarang harga di pasaran sudah tinggi sehingga perlu menaikkan tarif batas atas 10 persen,” papar dia.

Namun dia menilai, maskapai penerbangan belum akan memasang harga tiket sesuai pemberlakuan tarif batas atas di luar peak season. “Saya melihat itu belum tentu bisa dicapai karena biasanya pada saat peak season seperti akhir tahun, tahun baru, Natal, dan Lebaran. Tapi di hari-hari biasa ini, persaingan selalu ada antar airline,” tandas dia.

Seperti diketahui, industri penerbangan telah terbiasa dengan iklim persaingan sehingga tak perlu khawatir jika harga terlampau tinggi. “Batas atas pengaruhi kita sehingga tidak bisa cukup kreatif dan terbuka tentukan tarifsendiri. Kini merasa tak perlu tarif batas atas. Kalau ada jangan rendah, tinggi aja. Pasar ini kompetitif,” kata Direktur Niaga Garuda Indonesia Erick Meijer, Jakarta, Jumat .

Erick mengaku, manajemen sering kali menjual harga tiket di bawah harga batas atas karena iklim kompetisi ini. “Harga wajar akan tercipta sendiri oleh mekanisme pasar,” tegas suai artis Maudy Kusnaedy itu.(aliy/helmi)

loading...