Angkasa Pura 2

Erupsi Gunung Sinabung,

Penerbangan di Bandara Silangit Lumpuh Tapi di Kualanamu Normal

BandaraSenin, 13 Oktober 2014
kualanamu-sumatera-utara

JAKARTA (beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan hari ini Senin tanggal 13 Oktober 2014 pukul 00.37 telah menerbitkan Ashtam No.0210/14. Surat tersebut ditujukan ke pemangku kepentingan sektor penerbangan, khususnya pilot, terkait perkembangan terkini erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara.

Semburan debu dan asap dari erupsi Gunung Sinabung membuat udara dan jarak pandang di Bandara Silangit, Tapanuli, Sumatera Utara, menjadi terganggu.

Demikian disampaikan Kapuskom Publik Kementerian Perhubungan JA.Barata di Jakarta, Senin (12/10/2014) siang. Menurutnya, pergerakan awan abu vulkanik ketinggian mencapai 10 ribu kaki, arah abu vulkanik ke barat laut dengan kecepatan 10 knot. “Rute penerbangan yang terdampak untuk domestik W11, W12, untuk internasional G 468, R 461. Kondisi cuaca pagi ini Senin 13 Oktober 2014 sampai pukul 09.00 WIB di Bandara Silangit masih gelap karena tertutup abu vulkanik,” kata Barata.

Dampak abu vulkanik saat ini sangat menggganggu aktivitas penerbangan dengan jarak pandang (visibility) hanya mencapai 500 meter. “Operasional penerbangan yang beroperasi dari dan menuju Bandara Silangit saat ini belum ada yang take off maupun landing karena gangguan abu vulkanik yang tidak memungkinkan untuk aktivitas penerbangan,” jelas Barata.

Sebagai info tambahan, papar dia, pada hari Minggu 12 Oktober 2014 sampai pukul 20.00 WIB ada dua penerbangan yang dibatalkan (canceled) akibat abu vulkanik yaitu Susi Air rute Medan-Silangit dan Wings Air rute Silangit-Batam.

Sementara, kondisi Bandara Kualanamu Medan sampai dengan Senin tanggal 13 Oktober 2014 pukul 14.00 WIB dilaporkan masih terlihat cerah dengan jarak pandang penerbangan (visibility) mencapai 5 Km. “Seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu untuk hari ini berjalan normal,” tandas Barata.(helmi)

loading...