Angkasa Pura 2

Efisien, Indonesia Perlu Kembangkan Moda Transportasi KA

EmplasemenSelasa, 14 Oktober 2014
Hermantoo

MADIUN (beritatrans.com) – Indonesia perlu mengembangkan moda transportasi umum masal termasuk yang berbasis rel atau kereta api. Moda transportasi berbasis rel itu sangat efisien, hemat bahan bakar (BBM), ramah lingkungan serta tingkat keselamatan tinggi.

“Kereta Api (KA) enam kali lebih hemat bahan bakar minyak (BBM) dibanding moda transportais lain seperti kendaraan darat atau mobil, kapal laut dan kapal terbang. Kapasitas dan daya angkut KA besar. Untuk sekali angkut, KA batubara misalnya setara dengan 300 truk,” ujar Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Hermanto Dwiatmoko di Kampus API Madiun, Jawa Timur, Selasa (14/10/2014).

Jika dibandingkan dengan kurban kecelakaan moda transportasi lain, menurut Hermanto, moda KA juga relatif lebih kecil. “Data Mabes Polri menyebutkan, setiap tahun sekitar 30.000 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan raya. Sementara, kurban meninggal dalam kecelakaan KA sangat kecil dibanding angka itu,” papar Hermanto.

Kendati begitu, tutur dia, kita tak bisa serta merta mematikan moda transportasi lain. Moda angkutan kota (angkot), bus AKAP atau taksi mialnya, tetap jalan dan beroperasi.

“Mereka harus disinergikan dan saling mendukung antara satu dengan lainnya. Tapi, fokus pengemangan tranportasi umum ke depan lebih baik fokus ke KA. KA lebih hemat BBM, ramah lingkungan dan tingkat keselamatan yang lebih tinggi,” terang Hermanto.

Kebijakan pemerintah khususnya Kemenhub membangun jaringan KA baru serta mengotimalkan jaringan KA yang sudah ada salah satunya untuk mengalihkan pengguna jalan darat. “Mobil khususnya kendaraan pribadi boros BBM. Mobil kurang efisien serta rawan terjadi kecelakaan. Apalagi bagi pengguna sepeda motor,” papar Hermanto.

Yang perlu dilakukan sekarang, bagaimana mempercepat pengalihan dari kendaraan pribadi ke moda transportasi umum khususnya mobi pribadi, sepeda motor ke moda kereta api (KA). “Moda KA jauh lebih aman dan selamat. Jaringan dan kapasitas angkut KA juga terus naik,” tandas Hermanto.

Dikenal ada banyak jenis KA, seperti KA jarak jauh, KA perkotaan termasuk trem, MRT, KRL dan lainnya. “Untuk KRL Jakarta misalnya, mampu mengangkut dampai 700 ribu orang per hari. Di dunia modern, KRL bisa mengangkut sampai 1,2 juta orang per hari,” terang Dirjen.

Pemerintah melalui Kemenhub terus mengembangkan jaringan dan fasilitas KA di Tanah Air. Bukan hanya di Jawa dan Sumatera yang sudah eksis, tetapi juga daerah lain. Ke depan, semakin banyak jaringan dan track KA yang ada dan dibangun di Indonesia.

“KA Trans Sulawesi sudah dibangun, KA Trans Kalimantan segera menyusul. Jika jaringan KA sudah beroperasi semua, dan kapasitas KRL Jabodetabek bisa meningkat, maka konsumsi BBM akan turun. Kemacetan lalu lintas di jalan raya juga berkurang,” tegas Hermanto.(helmi)