Angkasa Pura 2

Proyek Tol Kertosono-Mojokerto Ditargetkan Selesai Akhir 2015

KoridorSelasa, 14 Oktober 2014
JALANAN LENGAGANG

JOMBANG (beritatrans.com) –
PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) menargetkan pembanguna Tol Tran Jawa ruas Kertosono-Mojokerto (Kermo) sepanjang 40,5 km selesai akhir 2015 mendatang. Pasalnya lalu lintas di wilayah itu, terutama lintas Jombang, Jawa Timur sudah semakin padat.

“Pembangunan seksi 1 yang di mulai dari Desa Kayen-Desa Tampingmojo Jombang sepanjang 14,7 km telah rampung pada Oktober 2014. Sedangkan seksi 2 dari Desa Tampingmojo-Desa Pagerluyung Mojokerto sepanjang 19,9 km dalam tahap pembebasan lahan,” kata Presiden Direktur MHI Wiwiek D. Santoso di sela-sela peresmian Tol Kermo Seksi 1, di Jombang, Jawa Timur, Senin (13/10/2014).

PT MHI merupakan anak usaha PT Astratel Nusantara – Grup Astra. Sebagai perusahaan pemegang hak konsesi ruas tol Kermo, perusahaan ini harus menyelesaikan empat seksi pembangunan.

Direktur Pengembangan dan Perencanaan MHI Legowo mengatakan, konstruksi seksi 2 hingga 4 bisa dirampung dalam waktu sekitar 8 bulan, apabila pembebasan lahan selesai semua pada akhir tahun ini.

“Kalau akhir tahun ini semua lahan beres, konstruksi bisa dikerjakan awal tahun depan,” ujarnya.

Pada seksi 3 dari Desa Kemantren-Desa Canggu Mojokerto (5 Km) dan seksi 4 dari Desa Brodot-Desa Gondang Manis Jombang (0,9 Km) sedang dalam proses pembebasan lahan.

Seksi 3 akan menyambungkan ruas tol Kermo dengan ruas tol Surabaya-Mojokerto (Sumo). Sedangkan seksi 4 menyambungkan ruas tol Kermo dengan ruas tol Ngawi-Kertosono.

Pembebasan lahan di seksi 2 sudah mencapai 82,53%, pada seksi 3 sudah 86,75% dan seksi 4 sudah 79,41%. Sedangkan konstruksi seksi 2 sudah mencapai 47,50% dan konstruksi seksi 3 sudah 7,7%.

Proyek tol Kermo senilai Rp3,4 triliun itu akan memiliki satu jembatan penyeberangan dan 25 buah terowongan untuk menghubungkan desa-desa sekitar jalan tol.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, proyek Trans Jawa dari Serang Banten hingga Surabaya tersebut memang dikerjakan secara bertahap oleh beberapa investor.

“Kira-kira butuh waktu 5 tahun harus sudah selesai ,” katanya.

Adapun progres pembangunan Tol Trans Jawa pada ruas Serang-Jakarta dan Jakarta-Karawang telah rampung 100%, ruas Karawang-Cirebon diperkirakan selesai tahun depan, Cirebon-Brebes direncanakan rampung tahun depan, Brebes-Semarang sedang dalam tahap pembebasan lahan, Semarang-Solo hampir selesai, Solo-Ngawi sedang pembebasan lahan yang mencapai 90%, dan Ngawi-Solo telah mulai dikerjakan.

Tol Trans Jawa merupakan jaringan jalan tol yang menghubungkan kota utama di Pulau Jawa. Jalan tersebut menjadi alternatif bagi Jalan Nasional Pantai Utara (Pantura) yang menghubungkan 2 kota utama Pulau Jawa yakni Jakarta dan Surabaya. (aliy)