Angkasa Pura 2

IPO, Blue Bird Berpotensi Raup Dana Rp4,94 Triliun

KoridorRabu, 15 Oktober 2014
blue_bird_logo

JAKARTA (beritatrans.com) – Emiten PT Blue Bird menawarkan sebanyak-banyaknya 531,4 juta saham ke publik atau 20 persen dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Blue Bird cukup percaya diri menjadi salah satu emiten transportasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam aksi penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO), emiten ini seharusnya telah menyelesaikan masa penawaran awal 10 Oktober 2014 kemarin.

Blue Bird adalah perusahaan yang mengoperasikan ribuan armada angkutan umum baik taksi, bus pariwisata dan travel. Kini Blue Bird terus memperluas segmen usahanya. Selain di Jakarta, armada Blue Bird juga beroperasi di beberapa kota di Indonesia termasuk Denpasar, Bali.

Blue Bird menawarkan harga IPO di Rp7.200-Rp9.300 per saham. Perusahaan ini berpotensi meraup dana segar antara Rp3,82 triliun-Rp4,94 triliun. Untuk melancarkan proses IPO, Blue Bird telah mengadakan roadshow di dalam maupun ke luar negeri.

Sigit Priawan Djokosoetono, Direktur Blue Bird, mengatakan bahwa roadshow selama sepekan lalu berjalan lancar. “Kami belum bisa memberikan keterangan hasil roadshow kemarin,” ujarnya seperti dikutip kontan.

Berdasarkan hitungan sang penjamin emisi IPO, price earning (PE) ratio Blue Bird berada di kisaran 17,1 kali-21,1 kali. Sementara kompetitornya yakni PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) memiliki PE sebesar 19,34 kali. Itu pun dengan catatan, PE TAXI mengacu pada laporan keuangan tahun 2013.

Analis Reliance Securities, Pieter Djatmiko dalam riset 7 Oktober 2014, menilai, harga saham Blue Bird mencerminkan price earning (PE) 26,86 kali-34,65 kali. Angka ini terbilang tinggi. Pieter menghitung, price to book value (PBV) Blue Bird 20,5 kali, sementara PBV TAXI hanya di 3,22 kali.

“Ini artinya PBV Blue Bird enam kali lebih besar dari PBV TAXI,” tulis dia dalam riset. Kendati begitu, Pieter optimistis pendapatan dan laba bersih Blue Bird akan semakin bertumbuh dari tahun ke tahun seiring penambahan jumlah armada taksi.(helmi/awe)