Angkasa Pura 2

Tommy: Taruna Transportasi harus Menjadi Petarung Hebat

SDMRabu, 15 Oktober 2014
Tommy IrupAPI

MADIUN (beritatrans.com) – Sistem pendidikan dan pengajaran di sekolah dibawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan semua diasramakan. Mereka hidup dan tinggal di asrama dari Senin-Sabtu, dengan pengawasan ketat serta agenda kegiatan yang pasti.

“Sistem sekolah diasramakan ini dimaksudkan untuk membentuk sikap mental dan disiplin calon perwira transportasi yang unggul. Taruna harus dibentuk dan dibiasakan sejak dini di kampus seperti Kampus API Madiun,” ujar Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo, SH,M.Si menjawab beritatrans,com di Madiun, kemarin.

Semua taruna BPSDM Perhubungan termasuk di API Madiun direkrut dari lulusan terbaik SLTA seluruh Indonesia. Mereka mempunyai latar belakang, sistem dan cara pendidikan bahkan keluarga yang berbeda. “Begitu masuk di asrama BPSDM Perhubungan, mereka harus dibentuk sikap mental, disiplin serta kesetiakawanan yang bagus,” kata Tommy.

“Begitu lulus nanti, diharapkan mempunyai jiwa korsa sebagai perwira transportasi. Pola seperti ini berlaku di semua sekolah BPSDM Perhubungan baik API, STPI, STIP, STTD, PKTJ/ Poltrans dan lainnya. Mereka dididik dan disiapkan menjadi SDM yang unggul, sehat, profesional dan beretika,” papar Tommy.

Taruna API3

Taruna diasramankan dari Senin-Sabtu. Kebijakan ini untuk membentuk kemampuan teknis, profesional dan karakter. Kendati begitu, setiap taruna dituntut mempunyai soft skill yaitu empat hal itu. “Bisa mengelola diri sendiri, mengelola hubungan dengan orang lain, mengelola hubungan di tempat kerja dan mengelola hubungan dengan Tuhan,” urai Tommy.

Perwira trasportasi harus sehat, profesional dan mempunyai watak atau sekap mentap yang baik. “Anda harus menjadi petarung handal. Butuh keseriusan anda semua. Tugas Anda hanya satu, belajar, belajar dan belajar. Jangan pikirkan yang lain, serap, pelajari dan amalkan sampai di masyarakat kelak,” pinta Tommy.

Di era pasar bebas ASEAN atau MEA tahun 2015 tak ada pilihan bagi insan transportasi, kecuali harus profesional dan siap bertarung dan menang. Makin ketat persaingan ke depan dan kita harus bisa lagi memblock masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia.

“Masyarakat berbagai negara seperti Burma, Thailand, Myarmark, Vetnam, Filiphina dan lainnya sudah belajar bahasa dan budaya Indonesia. Mereka siap untuk masuk ke Indonesia. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton sedang kuenya diambil orang lain,” tegas Tommy.(helmi).

loading...