Angkasa Pura 2

Poros Maritim: Deklarasikan Indonesia Sebagai Negara Maritim

DermagaKamis, 16 Oktober 2014
chandra memey

JAKARTA (beritatrans.com) – Poros Maritim mendesak pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla (Jokowi-JK) segera mendeklarasikan Indonesia sebagai Negara Maritim. Indonesia dengan 17.000 pulau dan wilayah membentang dari Sabang sampai Mearuke merupakan potensi besar. Selanjutnya membentuk Kementerian Maritim serta mengangkat sosok putra terbaik, profesional dan mengerti tentang kemaritiman sebagai menterinya.

Demikian disampaikan Ketua ILUNI Dr.Chandra Motik saat membacakan kesimpulan simposium ILUNI-Lemhannas, Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia yang digelar di Lemhannas Kamis (9/10/2014) silam. “Ide Poros Maritim itu harus dikawal agar realisasinya benar sekaligus memberikan nilai tambah bagi rakyat dan bangsa,” kata Chandra Motik di kantornya Jakarta, Kamis (16/10/204).

“Potensi maritim harus bisa digarap dan diberdayakan untuk kesejahteraan rakyat dan bangsa. Selain itu juga menjaga kedaulatan dan keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Laut adalah perekat NKRI bukan sebaliknya sebagai pemisah,” kata pendiri Chandra Motik Maritim Center itu.

Indonesia mempunyai wilayah laut yang luas. Selama ini, potensi laut itu belum digarap secara maksimal. Sebaliknya karena banyak bangsa asing yang lebih menikmati kelebihan sektor maritim Indonesia.

Indonesia, kata Chandra, yang juga Ketua Simposium ILUNI Lemhannas itu, harus memanfaatkan potensi maritim di Tanah Air. Maritim bukan sekedar sektor kelautan yang ada dan digarap selama ini.

“Kemeritiman adalah bagian dari kegiatan di laut yang mengacu pada pelayaran/ pengangkutan laut, perdagangan, navigasi, keselamatan pelayaran, kapal, pengawakan, pencemaran laut, wisata laut, kepelabuhanan baik nasional atau international. Selain itu juga industri dan jasa maritim,” papar Chandra
didampingi Ketua INSA Carmelita Hartoto dan Ketua Inperindo Eddy Logam itu.

Sementara, kelautan adalah hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan di wilayah laut yang meliputi permukaan laut, kolam air, dasar laut dan tanah di bawahnya, landas kontinen termasuk sumber kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, pesisir, pantai, pulau kecil serta ruang udara di atasnya.

“Keduanya baik maritim atau kelautan harus dibangun dan diberdayakan bersama-sama. Kita menunggu komitmen Pemerintahan Jokowi-JK untuk memberdayakan sektor maritim bahkan menjadi Poros Maritim Dunia,” tegas Chandra.(helmi)