Angkasa Pura 2

Jokowi Didesak Benahi Polri dan Kejaksaan Agung

Aksi PolisiMinggu, 19 Oktober 2014

JAKARTA (beritaatrans.com) – Begitu dilantik jadi presiden, Jokowi perlu segera menata sistem hukum dan membenahi institusi hukum, seperti Polri, Kejaksaan Agung dan Kementerian Hukum HAM. Tujuannya agar Revolusi Mental Jokowi mampu segera memberantas mafia hukum, mafia proyek, mafia pajak, dan mafia migas yang selama ini menghancurkan Indonesia.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mengimbau Jokowi agar menempatkan figur yang
berintegritas, berkapabilitas, berkomitmen, dan tidak menutup-nutupi
kekayaannya untuk posisi Kapolri, Jaksa Agung, dan Menteri Hukum HAM.
Memang posisi Kapolri tidak satu paket dalam Kabinet Indonesia Hebat.

Sebab penetapan Kapolri harus melalui uji kelayakan dan kepatutan di Komisi 3 DPR. Namun pergantian Kapolri perlu segera dilakukan untuk menjalankan konsep Revolusi Mental Jokowi.

Jika tidak membenahi Polri, Kejaksaan Agung, dan Kementerian Hukum HAM, konsep Revolusi Mental Jokowi hanya sekadar wacana dan angan-angan. Selama ini perubahan tidak berjalan maksimal karena kepolisian, kejaksaan, dan kementeri hukum HAM tidak dibenahi dengan maksimal.

Akibatnya mafia hukum, mafia proyek, mafia pajak, dan mafia migas menggerogoti Indonesia. Mafia hukum misalnya telah memperdaya Indonesia dengan aksi para bandar narkobanya, memanjakan para koruptor, dan memutar balikkan hukum.

Para bandar narkoba dan koruptor
mendapat keistimewaan remisi maupun pembebasan bersyarat. Mafia proyek
selalu diistimewakan untuk mendapatkan proyek-proyek besar di berbagai instansi. Diduga bekerjasama dengan oknum-oknum legislatif. Mafia
pajak kerap melindungi pengemplang pajak. Ke depan Revolusi Mental
harus mendorong pemeriksaan pajak para pejabat partai dan legislatif.

Partai politik dan legislatif jangan dijadikan tempat berlindung para
pengemplang pajak. Polri dan kejaksaan harus memburu para pengemplang pajak yang “bersembunyi” di parpol dan legisltif. Begitu juga para mafia migas harus segera dibasmi Revolusi Mental Jokowi.

Dengan adanya perubahan signifikan di Polri, Kejaksaan Agung, dan
Kementerian Hukum HAM, Revolusi Mental Jokowi bisa berjalan efektif
untuk memburu “musuh negara” yang selama ini menggerogoti dan
menghancurkan Indonesia di segala bidang.

Jika Jokowi tidak segera
bekerja cepat dan tidak segera membenahi ketiga institusi tersebut
dikhawatirkan Jokowi malah dipecundangi para mafia, yang selama ini menguasai segala lini.

“Publik saat ini sedang menunggu, apakah Revolusi Mental Jokowi akan menjadi fakta perubahan negeri ini atausekadar imajinasi untuk pencitraan,” ujarnya. (awe).

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari