Angkasa Pura 2

Pelra Sulit Membangun SPBU Sendiri di Pelabuhan

DermagaSenin, 20 Oktober 2014
Syaiful Rahim Pelra

JAKARTA (beritatrans.com) – Pelaku usaha Pelayaran Rakyat (Pelra) kesulitan untuk membangun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk kapal-kapal kayu anggotanya. Padahal, kebutuhan BBM untuk kapal-kapal kayu yang dioperasikan anggota Pelra cukup tinggi.

“Kami anggota Pelra belum bisa membangun SPBU sendiri yang siap memasok kebutuhan BBM ke kapal-kapal Pelra. Kita kesulitan mendapatkan izin dan lokasi untuk membangun SPBU di kawasan pelabuhan,” ujar Ketua DPP Pelra H.Syaiful Rahim di Jakarta, kemarin.

Pengusaha Pelra belum bisa membangun SPBU sendiri. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II khususnya, belum memberikan izin serta lokasi bagi kami untuk membangun SPBU seperti di Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta Utara. “Lahan disana milik Pelindo II. Kalau dia tidak mengizinkan, bagaimana bisa membangun SPBU di pelabuhan,” tanya Rahim diplomatis.

Sejauh ini, kebutuhan BBM untuk kapal-kapal Pelra dipasokan langsung dari Pertamina bekerja sama dengan Pelindo II khususnya di Pelabuhan Sunda Kelapa. “Karena tidak mempunyai SPBU khusus untuk kapal-kapal Pelra, jelas kita agak kesulitan mencari dan memasok BBM langsung ke kapal,” papar pengusaha gaek itu.

Jumlah armada kapal Pelra cukup banyak. Dari data BPH Migas, kapal anggota Pelra yang berhak mendapatkan BBM solar subsidi ada 1.347 unit lebih. Kapal tersebut beroperasi di 52 pelabuhan di seluruh Indonesia.

“Jumlah kapal anggota kami jauh lebih besar lagi. Tapi, yang terdaftar dan mendapatkan BBM subsidi kecil. Itupun sulit membangun SPBU khusus untuk kapal-kapal Pelra,” tandas Rahim.(helmi)