Angkasa Pura 2

Chandra Motik: Kini Saatnya Memberdayakan Sektor Maritim

DermagaSelasa, 21 Oktober 2014
Chandra Motik2

JAKARTA (beritatrans.com) – Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla menjanjikan harapan baru untuk menggarap dan mengembangkan potensi maritim di Tanah Air. Indonesia sebagai negara kepulauan dengan 17.000 pulau sangat menjanjikan secara sosial, ekonomi, budaya serta pertahanan dan keamanan.

“Kini saatnya memberdayakan sektor maritim. Laut bisa menjadi pemersatu nusantara dan perekat negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ide menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim dunia perlu didukung, demi kebaikan dan kesejahteraan Indonesia,” ujar pakar hukum maritim Dr.Chandra Motik,SH,MH kepada beritatrans.com di Jakarta, Selasa (21/10/2014).

“Jika mau, sekarang waktunya untuk memisah dan memberdayakan sektor maritim. Benar kata Pak Jokowi, masa depan Indonesia ada di laut. Kita harus menguasai laut dan menggunakan untuk kesejahteraan rakyat,” tegas Chandra.

Jika nanti memilih Menteri Kemaritiman, saran dia, Jokowi-JK harus memilih sosok yang tepat, profesional, peduli dan memihak pada kepentingan maritim nasional. Sektor maritim harus memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk rakyat dan bangsa.

Menjadikan Indonesia seperti Kerajaan Sriwijaya di masa silam, papar Chandra, sektor maritim harus diberdayakan. “Ekonomi maritim harus digalakkan, perdagangan melalui laut diperkuat dan transportasi antara pulau banyak menggunakan transportasi laut,” ata Chandra lagi.

Maritim bukan sekedar laut, pelayaran dan transportasi laut. Banyak yang terkait seperti pelayaran nasional, industri maritim, perdagangan antarpulau melalui laut dan lainnya. “Jadi, maritim jauh lebih luas dan kompleks dari sekedar kelautan,” kata Dosen DF UI Jakarta itu.

Perdagangan Indonesia dan dunia dominan menggunakan angkutan laut. Kapasitasnya besar, bebas macet dan tidak merusak infrsatrtuktur jalan dan tentu lebih murah. “Indonesia mempunyai banyak komoditas perdagangan bernilai ekonomi tinggi, baik hasil pertanian, perkebunan, pertambangan sampai industri kreatif di seluruh Tanah Air,” tutur Ketua Iluni itu.

“Jika semua itu bisa digarap optimal, dengan memberdayakan pelayaran nasional akan sangat baik. Semua komoditas negara dipercayakan pada pelayaran nasional untuk mengangkut, tentu lebih besar nilai tambahnya untuk negeri ini. Paling tidak, tidak terjadi pelarian devisa dan menguntungkan rakyat negara lain,” tandas Chandra.(helmi)