Angkasa Pura 2

Pertama di Indonesia

Bandara Soetta Raih Mapping Program Airport Carbon Accreditation

BandaraKamis, 23 Oktober 2014
Acreditasi AP2

TANGERANG (beritatrans.com) – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mendapat pengakuan atas komitmen dalam mengurangi emisi karbon seiring dengan diraihnya akreditasi Mapping pada program Airport Carbon Accreditation yang diinisiasikan oleh Airport Council International atau ACI.

“Bandara Soetta menjadi bandara pertama dan satu-satunya di Indonesia yang meraih akreditasi tersebut,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Tri S.Sunoko dalam siaran pers yang diterima beritatrans.com, Kamis (23/10/2014).

Saat ini tercatat sebanyak 36 bandara di seluruh dunia yang berhasil meraih akreditasi Mapping. Sementara itu tingkat Asia Tenggara hanya ada 5 bandara, dimana 4 bandara berasal dari Thailand dan 1 bandara dari Indonesia yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Menurutnya, tahap Mapping pada program Airport Carbon Accreditation merupakan tingkat paling awal yang harus ditempuh Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya yakni Reduction, lalu Optimisation, dan terakhir adalah Neutrality.

“Pada tahap Mapping, AP II bersama pihak independen bersertifikasi yakni TUV Rheinland China melakukan pemetaan jejak karbon atau carbon footprint di Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk mengetahui seberapa banyak emisi karbon dan berasal dari kegiatan apa saja. Kami dapat menentukan strategi dalam mereduksi emisi karbon guna meraih akreditasi Reduction dalam beberapa waktu ke depan,” jelas Tri Sunoko.

Setelah dilakukan pemetaan terhadap carbon footprint, papar dia, diketahui bahwa volume emisi karbon di bandara tersibuk di Indonesia itu sebanyak 137.145 ton dimana antara lain berasal dari konsumsi listrik, BBM, gas, aktivitas yang tidak dapat dikendalikan operator bandara, dan sebagainya.

AP II menargetkan dapat menurunkan emisi karbon di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebesar 25% dari jumlah yang tercantum dalam laporan tersebut sehingga dapat meraih akreditasi Reduction.

“Implementasi program Airport Carbon Accreditation merupakan langkah nyata PT Angkasa Pura II (Persero) untuk meningkatkan kepedulian pada lingkungan serta guna mengoptimalkan kinerja operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang berujung pada efisiensi keuangan melalui penghematan konsumsi energi,” papar Tri Sunoko.

“Kami berharap upaya Bandara Soetta di dalam mengurangi emisi karbon ini dapat diikuti oleh bandara-bandara lain di Indonesia demi lingkungan yang lebih baik,” tandas orang nomor satu di AP II itu.(helmi)

loading...