Angkasa Pura 2

Maskapai Nasional Dukung Gelar Seni Budaya di Indonesia

KokpitJumat, 24 Oktober 2014
pesawat di juanda sby

JAKARTA (beritatrans.com) – Gelar budaya atau pesta rakyat yang banyak digelar di berbagai daerah di Tanah Air patut diapresisasi. Acara tersebut ikut mendorong dan menggairahkan pariwisata dan perekonomian nasional. Implikasinya, kebutuhan jasa transportasi termasuk penerbangan nasional makin meningkat.

“Selama acara seni budaya dan event lain itu dikelola dan disajikan dengan baik, aman dan nyaman sangat bagus. Dari sisi transportasi udara kita sangat mendukung. Itu (acara seni budaya) akan menggairahkan industri penerbangan nasional,” kata Dirut Citilink Indonesia Arif Wibowo pada beritatrans.com di Jakarta, Jumat (24/10/2014).

Menurutnya, semua acara yang mengundang banyak orang, keramaian dan lainnya akan memicu kebutuhan jasa transportasi. Bukan hanya di penerbangan, tapi juga transportasi darat, laut serta kereta api. “Dampak ikutan dari event-evemt wisata itu sangat bagus bagi perekonomian nasional. Permintaan jasa angkutan udara juga terdongkrak naik,” kata Ketua INACA itu.

Maskapai penerbangan anggota INACA, papar dia, baik yang melayani penerbangan beradwal atau charter sangat mendukung event tersebut. Sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi dan peningkatkan kesejahteraan rakyat, makin banyak event budaya dan seni yang bisa digelar.

“Kita harus memberdayakan potensi seni dan budaya nasional. Semua itu bisa diberdayakan menjadi objek wisata yang memberikan dampak ekonomi tinggi,” papar Arif.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bagus serta stabilitas politik nasional dan regional yang bagus, menjadi peluang berkembangnya industri pariwisata nasional. Indonesia mempunyai ribuan objek wisata selain event-event seni budaya yang layak dijual pada wisatawan.

“Banyak event seni budaya nasional yang layak dijual pada wisatawan. Selain itu, banyak objek wisata mulai wisata alam, agrowisata sampai wisata belanja bisa dijual kepada wisatawan. Tugas kita bersama untuk menggalakkan industri wisata dan ekonomi nasional tersebut,” tegas Arif.(helmi)