Angkasa Pura 2

Tommy: Insan Perhubungan harus Menyesuaikan Gaya Kepemimpinan Menhub

SDMSenin, 27 Oktober 2014
penumpang ka diatas

BANDUNG (beritatrans.com) – Seluruh insan perhubungan di pusat atau daerah harus bisa mengimbangi gaya kepemimpinan dan irama kerja Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Dia adalah sosok pekerja yang gigih, suka turun ke lapangan dan perfeksionis. Gaya kepemimpinan dia di KAI pasti akan diterapkan di Kementerian Perhubungan mendatang.

“Menhub yang baru (Ignasius Jonan-red) adalah sosok pekerja yang gigih. Hal itu sudah dibuktikan ketika memimpin revolusi di PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dia rela kerja sampai larut malam, bila perlu tidur di KA jika kerja belum selesai,” ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan Satrio Utomo (Tommy) dihadapan peserta Diklat Pemantapan Pembina Taruna di Bandung, Senin (2710/2014).

Tapi hasilnya sangat luar biasa. BUMN KAI yang semula kumuh, selalu rugi dan predikat buruk lainnya kini muncul menjadi penyedia jasa transportasi yang andal dan dicari banyak orang. Penumpang KA tak bertiet dan di atas atap, pedagang asongan dan pengamen serta pedagang kali lima (PKL) kini bersih dari lingkungan KAI.

Ignasius Jonan

“Pola kerja dan kepemimpinan seperti itu bisa jadi akan dilakukan saat menjadi Menhub besuk. Oleh karena itu, emua insan perhubungan baik di pusat atau daerah harus siap,” harap Tommy.

Menhub bisa saja turun ke lapangan setiap waktu. Meninjau kesiapan aparat dan infrstrktur di lapangan bisa dilakukan setiap saat dan tidak ada pemberitahuan sebelumnya. “Semua itu harus disikapi dengan baik. Menyiapkan SDM yang baik dengan pola kerja bagus serta siap setiap saat,” kata Tommy.

Sektor transportasi merupakan salah satu pelayanan masyarakat yang harus terus ditingkatkan. Jasa transportasi harus ada dan itu menjadi tugas konstitusional negara. “Sesuai visi misi Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, peran dan fungsi pemerintah harus selalu ada di masyarakat terutaman di sektor pelayanan publik,” tandas Tommy yang juga mahasiswa S-III UNJ itu.

Melalui diklat pemantapan Pembina Taruna Perhubungan Tahun 2014, seluruh pembina taruna, Tommy berharap, sekolah dan UPT BPSDM Pehubungan di Tanah Air untuk senantiasa meningkatkan kemampuan. Selain itu siap melayani masyarakat sepanjang waktu.

“Paradigma kita adaahm bagaimana hadir dan melayani masyarakat sebaik mungkin. Kini saman sudah berubah jangan coba-coba lalai apalagi mengabaikana pelayanan ke masyarakat. Ini kata kunci jika ingin tetap survive di masa mendatang,” tegas mantan Staf Ahli Menhub itu.(helmi)

loading...