Angkasa Pura 2

Diklat Pemantapan Bintar

Tommy Sematkan PIN Perekat dan Pemersatu Bangsa di TMP Cikutra

SDMRabu, 29 Oktober 2014
Tommy Pin

BANDUNG (beritatrans.com) – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan Wahju Satrio Utomo (Tommy) menyematkan pin perekat dan pemersatu bangsa kepada peserta Diklat Pemantapan Pembina Taruna (Bintar) 2014 di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra Bandung, Rabu (29/10/2014) dini hari. Mereka berasal dari seluruh Unit Pelakana Teknis (UPT) BPSDM Perhubungan seluruh Indonesia.

Acara dimulai jam 00.30 diawali dengan prosesi penghormatan kepada arwah para pahawalan khususnya yang dimakamkan di TPM Cikutra dan ditutup dengan Hymne Perhubungan. Prosesi dilakukan tengah malam sunyi seluruh lampu dimatikan, untuk membuat suasan hikmat dan meresap dihati seluruh peserta diklat.

Mereka berikar untuk menjadi perekat dan pemersatu bangsa dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pembina taruna perhubungan di kampus masing-masing. Saat ini,  lebih dai 6.000 taruna menjadi asuhan dan bimbingan mereka di seluruh Tanah Air, mulai dari Aceh sampai Sorong Papua.

“Di tengah kondisi bangsa¬† yang gamang sekarang, pembina taruna transportasi mempunyai peran yang sentral untuk mendidik, membina dan merekatkan hati dan jiwa para taruna. Mereka itulah yang akan menjadi kader penggerak pembangunan bangsa di masa mendatang,” kata Tommy mengingatkan.

Tommy salam komando

“Setelah mereka menerima pembekalan dalam Diklat Pemantapan Pembina Taruna di Pusdikif, Bandung mereka harus bisa membina dan mengembangkan ilmunya dalam membina dan mengasuh taruna di kampus. Pembina taruna harus menjadi perekat dan pemersatu bangsa Indonesia. Kita adalah satu, bangsa Indonesia. Dari latar belakang yang berbeda, tapi kita diikat dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandas Tommy.

Tugas itulah yang melekat dan harus diemban para pembina taruna di seluruh kampus di lingkungan BPSDM Perhubungan. Mereka tersebar di seluruh penjuru negeri, dari Sabang sampai Merauke. “Bangsa Indonesia harus maju dan kuat. Kita harus membangun manusia perhubungan yang lebih baik. Dan, NKRI adalah harga mati. Itu komitmen yang harus kita pegang sepulangnya dari diklat pemantapan ini,” tegas Tommy.(helmi).