Angkasa Pura 2

Bangun KA Bandara

Railink Indonesia Impor Rel dari Jepang dan Cina

EmplasemenJumat, 31 Oktober 2014
??????????

JAKARTA (beritatrans.com) – Kereta Api (KA) Khusus Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) harus segera jadi. Proyek yang sudah lama dibangun itu harus segera dioperasikan untuk melayani masyarakat. Tapi untuk tujuan tersebut, PT Railink Indonesia harus mengimpor relnya dari Jepang dan Cina.

PT Railink selaku pengembang proyek ini mengimpor rel hingga wesel atau rel bercabang (persimpangan) dari luar negeri. “Wesel bulan ini masuk dari China. Rel dari Jepang. Kalau bantalan dari dalam negeri,” kata Dirut Railink Indonesia M. Fadhil di Jumat (31/10/2014).

Seperti dilansir detik.com, PT Railink Indonesia merupakan perusahaan patungan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Angkasa Pura II, yang mengelola KA Bandara di Soetta dan Kualanamu Sumatera Utara.

Alasan membeli peralatan dari luar negeri, karena produsen dalam negeri belum mampu memasok wesel dan rel. Skema pengadaan juga mengikuti tender internasional. “Bantalan saja yang dari beton lokal. Yang lain nggak bisa. Untuk rel dan wesel kita belum bisa buat,” jelas Fadhil.

Saat ini, produsen baja terbesar di Indonesia ialah PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Tapi BUMN industri itu ternyata belum mampu memenuhi kebutuhan besi dan baja untuk membangun rel KA di Tanah Air.

Saat dikonfirmasi, Dirut Krakatau Steel Irvan Kamal Hakim membenarkan pihaknya belum mampu memproduksi rel baja khusus untuk proyek kereta api. “Ya benar, kita belum mampu memproduksi rel untuk kebutuhan PT Railink Indonesia itu,” kata dia.

Selama ini, rel kereta dipasok dari 4 negara maju seperti Tiongkok, Jepang, Rusia dan Amerika Serikat. “Kita nggak bisa produksi di dalam negeri. Itu baru diproduksi di negara maju seperti China, Jepang, Rusia, dan AS,” kata Irvan saat ditemui Kementerian BUMN.

Dia beralasan, investasi untuk membangun pabrik baja khusus rel dengan tingkat keausan tinggi sangat mahal, sedangkan permintaan di dalam negeri belum sebanding untuk menutup investasi. “Investasi besar terus ordernya berapa banyak? Apakah setiap hari ganti rel?” tanya Irvan.(anwar/helmi)

loading...