Angkasa Pura 2

Pembangunan Track KA Selatan Jawa Lebih Mahal

EmplasemenSaturday, 1 November 2014

JAKARTA (beritatrans.com) – Biaya pembangunan proyek kereta api (KA) kini mencapai kisaran Rp25 miliar per km ruas jalan. Tapi, jika kondisi alam terjal butuh konstruksi khusus seperti lintas selatan Jawa misalnya, biaya bisa lebih besar lagi.

“Baya rata-rata Rp25 miliar. Dana tersebut termasuk untuk pembebasan lahan, pembangunan track sampai pada persignalan,” ujar Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Hermanto Dwiatmoko kepada beritatrans.com Jumaat (31/10/2014) malam.

Pembangunan jalur KA di lintas utara Jawa yang datar, lurus dan tidak ekstrim tentu akan lebih mudah dibading jalur selatan Jawa. “Kalau jalur selatan Jawa anyak tikungan, menyusuri bukit bahkan harus membuat terowongan atau jembatan KA. Kalau proyek seperti ini tentu lebih mahal,” papar Hermanto.

Kendati begitu, masalah paling krusial dalam proyek fisik KA adalah pembebasan lahan. Hampir semua proyek pembebasan dan pengadaan lahan selalu bermasalah dan lama. “Banyak pihak yang berkepentingan dan itu membuat proyek lama dan mahal,” jelas Dirjen.

Ke depan, peran serta pemerintah daerah baik Pemprov atau Pemkab/ Pemkot lebh aktif membantu. Mereka diminta membantu proses pembebasan lahan di wilayah masing-masing. “Sebelum pembebasan lahan selesai, pembangunan track JA belum bisa dilakukan. Itulah yang sering menghambat laju pembangunan proyek KA di tanah air,” urai Hermanto.

Mantan Direktur Keselamatan KA itu menambahkan, Pemda diminta berperan aktif menyelesaikan proses pembebasan lahan tersebut. Proyek KA yang dibiayai negara melalui APBN adalah untuk rakyat dan bangsa.

“Jika semakin cepat pembebasan lahan makin baik. Selain itu, biaya proyek juga bisa ditekan semaksimal mungkin,” tandas Dirjen.(helmi)