Angkasa Pura 2

Pesawat Arab Saudi Angkut 13 Orang Terbang Lagi Setelah Dipaksa Turun Sukhoi TNI AU

KokpitSelasa, 4 November 2014
2032206Pesawat-aasal-arab-saudi-dipaksa-turun-oleh-dua-sukhoi780x390

JAKARTA (beritatrans.com) -  Pesawat jet jenis Gulf Stream HZ-103 milik Saudi Arabian Airlines dipaksa mendarat di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), oleh dua pesawat tempur TNI AU jenis Sukhoi SU-27/30MKI Flankers.

Pesawat asal Arab Saudi yang memuat 13 orang (7 penumpang, 2 pilot, 2 kopilot, dan 2 pramugari) ini melintasi wilayah udara Indonesia di bagian selatan Kupang tanpa izin sehingga dikejar Sukhoi dan dipaksa mendarat.

Komandan Operasi Pangkalan TNI AU Eltari Kupang, Andi Wijaya, kepada Kompas.com, Senin (3/11/2014), mengatakan, pesawat dan penumpangnya masih ditahan dan sedang diinterogasi dari pukul 14.47 Wita.

“Pesawat ini dipaksa turun oleh dua pesawat Sukhoi jenis SU30 dari Makassar yang melakukan pengejaran pesawat asal Arab Saudi itu. Tujuh orang penumpang pesawat tersebut diketahui berasal dari Pemerintah Arab Saudi,” beber Andi.

Menurut Andi, pesawat tersebut dipaksa turun karena melintasi wilayah Indonesia tanpa izin pihak otoritas. Pesawat HZ 103 sempat dua hari berada di Singapura sebelum melakukan penerbangan menuju Australia. Belum diketahui pasti misi pesawat tersebut pergi ke Australia.

Pesawat tersebut  kembali terbang sekitar pukul 22.42 Wita, setelah membayar denda Rp60 juta dan melengkapi dokumen surat izin terbang di Indonesia.

“Sudah diterbangkan kembali menuju Darwin Australia,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau), Marsma TNI Hadi Tjahjanto, kepadaOkezone, Selasa (4/11/2014).

Sebelumnya, 13 orang termasuk kru menjalani pemeriksaan. Mereka adalah dua pilot Waleed Abdul Aziz dan Abdullah Aziz Ibrahim; dua kopilot, Muhammed Suliman dan Muhammed Saud; dua pramugari, Kaitouni Oulaya dan Safa; serta para penumpang, yakni Muhammed Dhafir, Sami Amadh, Muhammed Abdulah, Hussin Ali, Khalid Mushabbad, Atiah Ayed, dan Domino Domingo.

Setelah menjalani pemeriksaan secara intensif, pilot Waleed Abdul Azis mengaku bahwa penerbangan ke Australia ini untuk membawa tim pendahulu mempersiapkan kunjungan pengeran Kerajaan Arab Saudi. (ani).