Angkasa Pura 2

SPM Kereta Api Penyempurnaan Kebijakan Sebelumnya

EmplasemenSelasa, 4 November 2014
Kereta_api_indonesia

JAKARTA (beritatrans.com) – Direktur Sarana Lalu Lintas Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Hanggoro Budi Wirawan mengatakan Permenhub tentang standard pelayanan minimum (SPM) kereta api tahun 2014 merupakan hasil evaluasi dan penyempurnaan Permen sebelumnya. Dinamika di masyarakat serta tuntutan masyarakat terus berkembang sehingga standar pelayanan juga harus disesuaikan.

“Yang dulunya pakai kipas angin, sekarang pakai AC, mudah-mudahan satu sampai dua tahun ke depan harus sudah diganti semuanya,” katan Hanggoro di Jakarta, Senin.

Dia menyebutkan SPM yang belum diatur yakni terkait pemasangan CCTV di kereta antarkota mengingat banyaknya keluhan yang mengalami kehilangan barang serta pengaturan iklan.
“Iklan itu jangan sampai lebih dari 40 persen dari badan luar kereta, jangan sampai menghalangi pandangan dari luar ke dalam,” katanya.

Hanggoro menjelaskan peningkatan SPM tersebut dilatarbelakangi meningkatnya persepsi masyarakat akan pelayanan jasa KA lebih baik, jaminan akan ketepatan waktu, perlindungan pengguna terhadap fasilitas KA yang sesuai tari, pengawasan ketersediaan fasilitas di stasiun, dan evaluasi terhadap insiden pengoperasian KRL.

Dia juga menambahkan, beberapa waktu lalu wanita hamil pingsan di KRL tujuan Bogor karena AC tidak berfungsi. Pernah kejadian seorang penumpang KRL menarik tuas rem darurat KRL lintas Bogor-Jakarta ketika kereta tersebut menjelang masuk stasiun Pasar Minggu.

“Semua itu harus diantisipasi oleh operator KA dengan meningkatkan pelayanan. Oleh karena itu, SPM harus ditingkatkan demi kenyamanan dan kepuasan pelanggan,” tegas Hanggoro. (helmi/awe)