Angkasa Pura 2

BBM dan Tol Mahal di Singapura

KoridorKamis, 6 November 2014
bus di singapura

SINGAPURA (beritatrans.com) – Harga bahan bakar minyak (BBM) di Singapura mahal dan tidak ada subsidi. Premium dijual 2,2 dolar Singapura per liter, dan solar dijual seharga 1,8 dolar Singapura per liter. “BBM kami tidak disubsidi dan parkir juga mahal. Sehingga hanya orang-orang tertentu yang menggunakan kendaraan pribadi,” ujar Wang Shui Chang, seorang tour guide dari Singapore Tourism Board, kemarin.

Selain itu, biaya parkir dan jalan tol, lanjut dia, juga mahal. Untuk jam sibuk misalnya jam 08.00-09.00 paling mahal karena itu jam berangkat kerja. “Jika ingin hemat, harus berangkat pagi sekali dari rumah ke tempat kerja. Atau menggunakan kendaraan umum, bisa dengan bus, kereta api, monorel,” kata wanita yang arab disapa Feun kepada beritatrans.com.

Feun Singapura

Kendati begitu, tutur dia, angkutan umum di Singapura sangat bagus. Ketepatan waktunya tinggi, sehingga orang bisa mengatur dan mengukur waktu perjalanan dengan baik. “Untuk mengantar tamu ke Bandara Changi, cukup dengan waktu 20 menit. Untuk melintasi SIngapura dari ujung timur ke barang sepanjang 43 km, tak lebih dari satu jam,” jelas Feun saat memandu FIF Press Tour 2014 kemarin.

Oleh karena itu, papar dia, warga negara Singapura lebih suka naik kendaraan umum. Untuk pergi atau pulang kerja, cukup dengan naik kendaraan umum. Lebih murah, cepat dan tak harus membayar baea parkir yang mahal.

Di kawasan wisata misalnya, disediakan angkutan umum yang baik. Pulau Sentosa misalnya, untuk wisatawan yang masuk disediakan monorel yang baik dan gratis. “Jadi, wisatawan bisa naik monorel dan pindah-pindah objek wisata di pulau itu dengan gratis dan cepat. Orag tak perlu khawatir akan ketinggalan pesawat atau kapal jika direncanakan dengan baik,” tegas Feun.(helmi)

loading...