Angkasa Pura 2

Darmaningtyas: Jonan Harus Lanjutkan Reaktivasi Jalur KA di Indonesia

EmplasemenSabtu, 8 November 2014
Darmaningtyas MTI

JAKARTA (beritatrans.com) – Menteri Perhubungan Ignasius Jonan diharapkan segera membereskan angkutan kereta api (KA) di berbagai daerah khususnya yang sudah ada jaringannya. Banyak pekerjaan rumah (PR) yang mesti dikerjakan Menhub Jonan, terutama reaktivasi jalur KA yang sudah ada dan bisa dioperasikan secepatnya.

Banyak jaringan KA sudah dibangun sejak zaman Belanda yang kini tak dioperasikan lagi. Itu salah satu tugas berat Jonan untuk segera dibereskan ketika menjadi Menhub.

“Track record Jonan dalam membenahi PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah mendapat pengakuan. Kini harus dilanjutnya, terutama dalam proses reaktivasi jalur-jalur KA mati yang ada di Tanah Air,” kata peneliti Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu.

Ada ribuan km ruas jalan KA yang sudah lama tidaK dioperasikan, bahan sudah berganti menjadi aset properti, rumah atau pemukiman warga dan lainnya. Ada pula yang sudah berpindah kepemilikan, entah bagaimana prosesnya. “Memang berat membereskan semua itu. Tapi, itu harus dihadapi dan diselesaikan oleh seorang Jonan,” papar Tyas lagi.

Sementara, beberapa jalur KA mulai direaktivasi. Misalnya jalur KA Semarang-Kedungjati-Tuntang-Ambarawa. Jalur itu sudah ada dan lama tidak dioperasikan. Yang masih aktf hanya KA Bergigi yang kini dioperasikan sebagai KA Wisata di ruas Tuntang-Ambarawa-Bedono, Jawa Tengah.

“KA dan jalur yang sudah ada harus diaktifkan lagi. KA merupakan solusi jitu untuk mengatasi kemacetan parah di berbagai kota di Tanah Air. Moda KA sangat hemat konsumsi BBM, anti macet serta kapasitasnya besar. Sekali jalan, KA bisa membawa 10-15 gerbong,” jelas Tyas lagi.

Jonan dengan kewenangan sebagai Menhub bisa melakukan semua itu. “Kalau dulu dia banyak mengahapi kendala, termasuk masalah birokrasi pemerintahan seharusnya bisa dihilangkan. Menhub bisa berkoordinasi bahkan mengerahkan stafnya untuk langsung bergerak menyelesaikan tugasnya di lapangan,” tegas akademisi Perguruan Taman Siswa itu.(helmi).

loading...