Angkasa Pura 2

Tommy Tanamkan Persatuan dan Kesatuan Taruna BP2IP Malahayati

SDMSenin, 10 November 2014
Tommy Kuiah Aceh

BANDA ACEH (beritatrans.com) – Kuliah perdana pada taruna Balai Pendidikan dan Latihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Malahayati Banda Aceh langsung disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan Wahju Satrio Utomo, di Banda Aceh, akhir pekan lalu. Kuliah itu digelar di aula Kampus BP2IP dan dilanjutkan renungan malam dan penyematan pin perekat dan pemersatu bangsa.

Dalam kuliahnya, Tommy menekankan perlunya membangun jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Negeri ini dilahirkan sebagai bangsa majemuk, berbeda-beda, suku ras, bahasa dan kepercayannya. “Tapi, kita adalh satu dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda tapi tetap satu dalam wadah NKRI,” kata dia pada beritatrans.com di Jakarta, Senin (10/11/2014).

Indonesia adalah negara manjemuk dengan dasar negara Pancasila dan UUD 1945. Negeri ini bukan negara agama, meski kita tahu umat Islam mayoritas di negeri ini. “Sesuai konstitusi, kita adalah sama dalam bingkai NKRI. Jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan itulah yang perlu dibangun, dijaga dan dirawat bersama, terutama generasi muda,” kata Tommy.

Konstitusi Indonesia menyebutkan, tujuan negara Indonesia dibentuk dan diproklamasikan dulu. Dalam pembukaan UUD 1945 disebutkan; “Kemudian daripada itu, untuk membentuk suata pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.”

Tommy Kuliah Aceh

Indonesia adalah negara hukum. Kita sama kedudukannya di muka hukum sekaligus mempunyai hak dan kewajiban yang sama. “Sebagai taruna transportasi perhubungan, wajib hukumnya setia pada Pancasila dan UUD 1945. Menjaga dan merawat bhinneka tunggal ika dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” pesan Tommy.

Dalam rangka meneguhkan empat pilar berbangsa dan bernegara itulah, kita hadir dan ada disini di ruangan ini. “Taruna transportasi merupakan kader penggerak pembangunan di masa mendatang. Oleh arena itu, manfaatkan waktu dan kesempatan selama belajar di Kampus BP2IP, untuk mengabdi bangsa dan negara yang lebih besar,” tandas Tommy.

Tantangan tugas dna kehidupan di masa mendatang semakin berat dan kompleks. Hanya dengan SDM yang berkualitas dan berdaya saing tinggi negeri ini akan maju dan jaya. “Maju mundurnya Aceh dan Indonesia ke depan ada di pundak kalian, taruna transportasi. Selagi masih di kampus, belajar dan serap semua ilmu dan ketrampilan untuk bekal membangun bangsa dan negara yang lebih baik,” tegas Tommy.(helmi)