Angkasa Pura 2

BPSDM Perhubungan harus Siapkan SDM Unggul Kepelabuhanan

SDMRabu, 12 November 2014
tommy bali5

JAKARTA (beritatrans.com) – Sumber daya manusia (SDM) transportasi laut nasional harus siap bersaing di era global. Dalam waktu dekat, Indonesia akan memasuki era pasar ebas ASEAN tahun 2015. Saat itu, Indonesia akan menjadi incaran SDM asing termasuk di bidang pelayaran, kepelabuhanan dan intermoda tranportasi lainnya.

“Saat era pasar bebas ASEAN dibuka maka tak bisa dihalangani lagi. SDM asing terutama dari negara-negara ASEAN siap menyerbu Indonesia,” ujar Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Wahju Satri Utomo menjawab beritatrans.com di Jakarta, Rabu (12/11/2014).

Seluruh anak bangsa harus bisa mengantisipasi kebutuhan tersebut. “BPSDM Perhubungan bersama UPT terkait harus mampu menyiapkan semua itu sebaik mungkin. Meski diakui, tidak semua mampu disediakan dan disiapkan pemerintah,” terang Tommy.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo di Forum APEC di Beijing Cina menyebutkan, pemerintah Indonesia akan membangun beberapa proyek infrastruktur. Salah satunya 24 proyek pelabuhan laut di Tanah Air. Indonesia akan fokus mengembangkan potensi kemaritiman dibandingkan sebelumnya.

Di tempat terpisah, Menhub Ignasius Jonan menambahkan, jika proyek 24 pelabuhan itu benar dibangun dan sudah dioperasikan maka praktis butuh SDM yang akan mengoperasikan. “Ini tantangan bagi seluruh insan perhubungan untuk bisa menyediakan SDM keelabuhanan yang andal,” kata Jonan.

Menurut Tommy, kebutuhan tenaga profesional di bidang kepelabuhanan akan meningkat drastis sejalan dengan pembangunan proyek infrastruktur perhubungan laut itu. “Pada saatnya nanti mereka harus siap bekerja dan bersaing dengan sesama SDM dari negera lain. Kini saatnya bagi kita menyiapkan SDM yang andal tersebut,” kata dia.

Dalam kaitan menyiapkan SDM kepelabuhanan tersebut, STIP Jakarta mulai membuka jurusan khusus kepelabuhanan. “Mereka itu diharapkan mampu mengisi formasi baru yang dibutuhkan di lapangan,” tandas Tommy.

Jika semua proyek infrastruktur khususnya pelabuhan jika sudah jadi dan dioperasikan, maka praktis butuh SDM yang mengoperasikan. “Semua SDM Indonesia mndatang juga harus disertifikasi. Jika tidak akan kalah karena secara legal mereka tak punya dokumen yang jelas dan diakui secara legl formal,” tegas Tommy.(helmi)