Angkasa Pura 2

INSA Dukung Poros Maritim dan Tol Laut

DermagaRabu, 12 November 2014
IMG_00000684_edit_edit

JAKARTA (beritatrans.com) – Para pengusaha pelayaran yang tergabung dalam Indonesia National Ship-Owners Assosiation (INSA) akan mendukung program Poros Maritim dan Tol Laut yang digagas Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla pada rute pelayaran domestik guna memperkuat konektivitas nasional.

Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto mengatakan pelaku usaha pelayaran kontainer melihat kuatnya keinginan untuk menerapkan gagasan Tol Laut tersebut.

“Gagasan Tol Laut ini akan kami jalankan secara bertahap meskipun sebenarnya Tol Laut ini sudah kami laksanakan jauh sebelum istilah itu ada,” kata Carmelita Hartoto di Jakarta, Rabu (12/11/2014).

Carmelita menjelaskan pada tahap awal, pelayaran kontainer akan memberikan layanan angkutan laut “Tol Laut”  pada dua rute utama yakni Jakarta – Surabaya – Makassar – Sorong dan rute Belawan – Jakarta – Surabaya – Makassar – Bitung.

Di rute tersebut, saat ini pelayaran nasional sebenarnya sudah aktif memberikan pelayanan angkutan kontainer, tetapi ke depan akan ditingkatkan kapasitas angkutnya sesuai kebutuhan dan skala ekonomi kawasan tersebut.

Untuk saat ini, kapal yang digunakan adalah berkapasitas 1500-1700 TEUs sesuai dengan kebutuhan, ketersediaan muatan serta kemampuan pelabuhan dan kedalaman kolam maupun alur pelayaran.

“Kalau menggunakan kapal yang lebih besar, skala ekonominya tidak masuk. Untuk saat ini masih kapal berkapasitas di bawah 2.000 TEUs sudah cukup,” tuturnya.

Pada kedua rute tersebut, katanya, sudah banyak operator pelayaran kontainer anggota INSA yang selama ini telah memberikan layanan, tetapi adanya kesepakatan tersebut, kapasitas kapal akan diperbesar sesuai kebutuhan, ketersediaan muatan dan kondisi dermaga tersebut.

Namun, supaya berjalan optimal, pemerintah diharapkan fokus membenahi layanan logistik di daratnya, baik pelabuhan maupun jalan sehingga harga barang ditingkat masyarakat bisa setara antarwilayah.

“Jika APBN tidak cukup, ajak swasta nasional,” tegasnya. (aliy/aw)