Angkasa Pura 2

Menhub: Pemerintah Akan Perbanyak Simpul Intermoda di Indonesia

KoridorRabu, 12 November 2014
Menhub Jonan2

JAKARTA (beritatratrans.com) – Kementerian Perhubungan akan membangun titik perpaduan intermoda transportasi sebanyak-banyaknya di Tanah Air. Fokus pembangunan bukan hanya di Jawa, tapi di luar Jawa agar percepatan pembangunan dan pemeratan hasil-hasilnya bisa diwujudkan ke seluruh Tanah Air.

“Kita harus mendorong mempercepat pembangunan simpul-simpul intermodality di seluruh Tanah Air. Jadi, kalau bisa bukan hanya 10 titik. Itu hanya proyek percontohan yang harus dibangun segera,” kata Menhub Ignasius Jonan di Jakarta, Rabu (12/11/2014).

Menurutnya, selama ini telah terjadi ketimpangan pembangunan infrastruktur khususnya sektor transportasi di Indonesia. Fokus pembangunan lebih banyak di Jawa dan kawasan barat lainnya. Pembangunan bandara, pelabuhan dan lainnya harus diperbanyak. Ini fungsi pemerintah untuk melayani warganya.

“Sementara di luar Jawa terlebih di kawasan timur Indonesia masih sangat minim fasilitas dan infrastruktur transportasi, sehingga memicu biaya ekonomi tinggi,” kata Jonan.

Ketimpangan ini yang harus dikurangi. Pembangunan infrastrkuktur seperti pelabuhan, bandara, terminal dan lainnya di KTI perlu diperbanyak. Mereka saudara kita Indonesia dengan dasar negara sama Pancasila dan UUD 1945.

“Dengan begitu bisa memicu percepatan pembangunan dan mendorong penciptaan lapangan kerja baru di daerah,” papar Jonan.

“Jika infrastruktur transportasi diperbanyak, kualitas SDM ditingkatkan maka pelayanan dan kepuasan pelanggan makin baik. Biaya logistik turun dan ketimpangan harga barang dan jasa antara Indonesia barat dan Indonesia timur akan teratasi,” tegas Jonan.(helmi)

loading...
  • Jarnawi Pakaya

    Betul itu Pak Menteri, pembangunan infrastruktur di KTI harus menjadi perhatian pemerintah secara khusus, agar biaya logistik tdk melambung tinggi, dan masyarakat dpt belanja dgn harga-harga yg dpt terjangkau.