Angkasa Pura 2

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa UBK Tagih Janji Jokowi-JK

KoridorRabu, 12 November 2014

JAKARTA (beritatrans.com) – Rencana Jokowi menaikkan harga ahan bakar minyak (BBM) dan kunjungan ke luar negeri untuk menggaet investasi asing dikritik civitas academika Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta. Mereka menolak kenaikan harga BBM serta jangan menjadikan Indonesia sebagai bangsa pengemis.

“Kita menolak kenaikan harga BBM karena akan menambah sengsara rakyat. Jokowi-JK dengan Kabinet Kerja harus bekerja keras dan membuktikan Indonesia benar-benar hebat bukannya mengemis utang ke luar negeri,” cetus seorang demontrans dalam orasinya di Jalan Diponegoro, Rabu (12/11/2014) siang.

Jika Jokowi menaikkan harga BBM maka akan berdampak pada kenaikan biaya transportasi serta mendongkrak barang dan jasa di Tanah Air. “Jika hal itu sampai terjadi, rakyat akan menderita. Tiket bus naik, harga makanan mahal serta harga barang dan jasa lainnya akan mengikuti,” teriak demontrans lainnya.

Puluhan mahasiswa UKB menggelar aksi dengan orasi dan membakar ban bekas di ujung Jalan Kimia, akses masuk ke Kampus UBK Jakarta. Akibatnya, terjadi kemaetan lalu lintas bahkan antrean kendaraan terjadi sebelum lampu depan Megaria, Menteng.

“Jokowi-JK harus membuktikan janjinya menerapkan Trisakti yang dijanjikan dalam kampanye Pilpres. Buktikan kita bisa dan Indonesia memang hebat,” kata manhasiswa bernama Dony itu.

“Indonesia harus berdaulat di bidang politik, mandiri di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang budaya. Itulah konsep trisakti yang diajarkan oleh Bung Karno dulu,” tandasnya.(helmi)