Angkasa Pura 2

Desa Wisata Cibuntu

Indonesia Potensial Mengembangkan Desa Wisata

DestinasiSabtu, 15 November 2014
???????????????????????????????

JAKARTA (beritatrans.com) – Indonesia berpotensi mengembankan desa wisata berbasiskan komunitas. Objek wisata murah meriah ini tidak membutuhkan dana besar tapi banyak diminati wisatawan asing dan wisatawan nusantara.

Azril Azahari adalah salah satu tokoh dibalik pengembangan desa wisata Cibuntu, di Kabuaten Kuningan jawa Barat. Desa di kaki Gunung Curemai itu sebelumnya minus dan warganya hidup miskin. Kini menjadi salah satu objek wisata yang banyak diminati wisatawan.

“Dengan sentuhan teknologi serta bimbingan dan pemdampingan tim ahli dari perguruan tinggi, Desa Cibuntu mencuat sebagai salah satu objek wisata berbasis komuitas di Jawa Barat bagian utara,”kata Azril menjawab beritatrans di Jakarta, Jumat (14/11/2014).

Desa Cibuntu mempunyai lokasi yang unik, kehidupan warganya masih tertata dan terawat dengan baik. Kini mereka juga membudidayakan kambing, bahkan menjadi kampung kambing yang unik dan menarik untuk dikunjungi.

“Objek wisata yang unik, asli atau otentiks erta didukung keangan atau oleh-oleh khas daerah menjadi daya pikat tersendiri bagi wisatawan lokal atau asing untuk bertandang ke Desa Cibuntu,” kata Azril lagi.

Wisatawan yang datang cukup menginap dan menyatu dengan rumah warga. Mereka juga bisa membaur dan beraktivitas dengan warga setempat, termasuk bermain seni, musik atau lainnya di desa itu.

“Malam harinya, diadakan pentas seni atau pertunjukan. Kemudian para tamu termasuk wisatawan asing diminta ikut tampil memperagakan keahliannya yang diperoleh dari warga setempat. Objek wisata berbasis komunitas ini sangat menjanjikan untuk dikembangkan di Indonesia,” tandas Guru Besar Pariwisata Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Jakarta itu.

Ketua Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) itu menambahkan, Indonesia mempunyai 17.000 pulau lebih yang didiampi sekitar 400 suku dan etnis. Mereka mempunyai ragam dan corak seni budaya yang khas yang bisa dikemas menjadi objek wisata andalan.

“Semua itu layak dijual dan dikemas menjadi satu paket wisata di masa depan. Jika mau, pemerintah dan Pemda di seluruh Indonesia bisa membangun desa wisata berbasis komunitas itu di daerah masing-masing,” jelas Azril.

Jika digarap secara profesional, pengembangan desa wisata seperti Cibuntu di Kuningan atau Kampung Betawi di Jagakarsa Jakarta Selatan, Kampung Ubud di Bali dan lainnya bisa terus digalakkan. “Indonesia mempunyai ribuan karya seni budaya serta kaerifan lokal yang layak dijual pada wisatawan,” papar Azril.

Ke depan, tandas dia, Indonesia jangan terus mengejak wisatawan asing. Wisatawan lokal nusantara juga penting untuk digarap dan mereka juga menjanjikan devisa yang besar.

“Tahun 2013 lalu, data BPS menyebutkan kunjunan wisman ke Indonesia 8,8 juta orang setahun. Jumlah itu masih kalah dibandingkan satu kota Bangkok di Thailand yang mencapai 10 juta orang. Kalau wisatawan nusantara ini digarap, jumlahnya sangat besar dan menjanjika devisa yang tidak kecil pula,” tegas Azril.(helmi)

loading...