Angkasa Pura 2

Disneyland akan Dibangun di Area Bandara Kualanamu

BandaraRabu, 19 November 2014
disneyland hongkong

JAKARTA (beritatrans.com) – Anda ingin melancong ke Disnley Land Tak perlu jauh-jauh. Sebentara lagi, bisa menemukan arena bermain dan wisata kelas dunia itu di lokasi Bandara Kualanamu, Deli Serdang Sumatera Utara.

Manajemen PT Angkasa Pura II berencana mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara, menjadi kawasan komersial berkonsep aerotropolis atau airport city. Salah satunya menggandeng inevstor untuk membangun Disney Land di bandara terbesar di Sumatera Utara itu.

“Area di sekitar bandara akan dirancang untuk menjadi area bisnis terpadu. Perusahaan pelat merah ini bahkan memasukkan rencana menggandeng perusahaan hiburan dunia, Disneyland, untuk dibangun di area Bandara Kualanamu,” ujar Direktur Pengembangan Kebandarudaraan dan Teknologi AP II, Salahudin Rafi, di Jakarta, Rabu (19/11/2014).

“Yang kita rencanakan bangun airport city. Di dalam tanah yang dimiliki AP II akan dibangun area golf. Kita juga kaji bikin Disneyland. Ini akan menjadi segitiga emas. Di Singapura ada Universal Studio dan Malaysia ada Legoland. Jadi nanti nggak perlu ke Hong Kong kalau mau ke Disneyland,” kata Rafi.

Dikatakan, operator bandara itu sudah menghubungi pihak Disney terkait rencana pengembangan area Bandara Kualanamu tersebut. Kedua pelah pihak masih akan duduk bersama untuk mematangkan rencana tersebut.

“Kita sudah hubungi dan mau duduk dengan mereka. Wilayah yang sediakan sekitar 80-an hektar,” jelas Rafi.
Pembangunan Disneyland di Indonesia sejalan dengan kebijakan Kementerian Pariwisata yang menambahkan 5 negara di luar ASEAN untuk program bebas visa.

Untuk mendukung rencana ini, AP II bersama kepala daerah di sekitar Kuala Namu mengusulkan pengesahan Rancangan Umum Tata Ruang (RUTR) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) konsep airport city di Bandara Kualanamu kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

Usulan ini harus disahkan karena belajar dari kasus Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang area pengembangannya terhambat oleh rusaknya RUTR dan RTRW sebab pemerintah daerah memberi izin mendirikan rumah hingga pabrik di area yang menjadi lokasi pengembangan bandara.

Penetapan RUTR dan RTRW ini ditanyakan juga oleh para investor. “Mereka nanti investasi besar, terus tiba-tiba bisa digusur,” papar alumnus STPI Curuh Tangerang itu.

Pengembangan airport city di area Kuala Namu sejalan dengan penetapan bandara tersebut menjadi salah satu bandara di Indonesia yang melayani penerbangan ASEAN Open Sky di akhir 2015.(helmi)

loading...