Angkasa Pura 2

Harga Avtur Stabil, Tarif Penerbangan Nasional Tidak Naik

KokpitRabu, 19 November 2014
Batik Air pesawat

JAKARTA (beritatrans.com) – Komponen biaya paling besar dalm bisnis penerbangan adalah avtur dan kurs dolar AS. Pesawat terbang menggunakan BBM avtur yang notabene tidak mendapatkan subsidi pemerintah.

“Saat ini, keduanya cukup bersahabat. Kurs di kisaran Rp13.000 per dolar dan harga minyak dunia di kisaran US$100 per barel,” ujar Plt Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Bambang Tjahjono di Jakarta, Selasa (18/11/2014) petang.

Menurutnya, harga avtur tidak disubsidi dan mengikuti harga pasar minyak dunia. Oleh karena, tarif penerbangan nasional diputuskan tidak naik.

“Memang dampak mutliplier effeck kenaikan BBM ada juga. Tapi, porsinya tidak signifikan bagi biaya operasional penerbangan,” kata Bambang saat dikonfirmasi bertatrans.com.

Dikatakan, Kementerian Perhubungan tidak memberikan izin kepada maskapai penerbangan nasional untuk menaikkan tarif. Pemerintah sudah memberikan tarif refensi untuk angkutan udara ekonomi berjadwal.

“Maskapai bisa bermain disana, menggunakan tarif batas atas jika sedang peak season atau sebaliknya tarif batas bawah jika low season,” tandas Bambang.

“Seperti disampaikan Menhub Ignasius Jonan, kenaikan tarif hanya diberikan untuk moda transportasi darat dan kereta api. Sedang angkutan udara tidak drekomendasikan untuk naik,” papar Bambang lagi.

Ditambahkan Bambang, pemerintah sebagai reguator akan tetap mengawasi terif penerbangan yang berlaku di seluruh Tanah Air.

“Kalau tarif tetap diawasi. Jika sampai melewati tarif batas atas, maka akan ada sanksinya. Semua sudah ada sanksi dan hukumannya. Nanti mekanisme hukum akan ditegakkan secara adil,” tegas pejabat Kemenhub ini.(helmi)

loading...