Angkasa Pura 2

BPSDM Perhubungan Komitmen Pertahankan Prestasi di ICAO

SDMKamis, 20 November 2014
Tommy ICAO

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Pengembangan SDM Perhubungan bertekad untuk meningkatkan kinerja dan kualitas lembaga pendidikan yang dikelolanya terutama untuk moda udara. Lulusan sekolah-sekolah BPSDM Perhubungan harus siap bersaing di pentas global dengan mengedepankan profesionalitas dan dedikasi yang tinggi.

“STPI Curug Tangerang dan Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara telah menerima certifikat train air plus dari International Civil Aviation Organization (ICAO),” kata Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo menjawab beritatrans.com di Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, penghargaan dari ICAO itu diperoleh melalui perjuangan yang panjang. STPI dan Pusbang SDM Perhubungan Udara harus diaudit sebelum dinyatakan lolos memenuhi kriteria dan syarat yang ditentukan industri penerbangan international. “Prestasi itu yang harus dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi,” jelas Tommy.

Dalam Forum ICAO di Bali itu, lanjut dia, keduanya menerima certificate train air plus dari ICAO, masing-masing kategori silver untuk TPI Curug dan gold untuk Pusbang SDM Perhubungan Udara.

“Penghargaan dari ICAO ini harus memicu semangat untuk terus bekerja dan belajar menjadi lebih baik lagi. Seluruh perwira lulusan sekolah penerbangan atau ATC di BPSDM Perhubungan harus memenuhi kualifikasi dan standar international. Jadi, mereka siap menghadapi persaingan bebas ASEAN atau MEA tahun depan,” kata Tommy.

Dikatakan, STPI Curug merupakan sekolah penerbang tertua di Indonesia. Ribuan alumni STPI yang menjadi pilot dan berkarier di maskapai penerbangan nasional dan international. “Kinerja dan dedikasi mereka bagus. Ini menjadi salah satu kredit point bagi STPI dan Indonesia. Sekolah pilot di Indonesia tak kalah dengan lulusan sekolah di luar negeri,” jelas Tommy lagi.

BPSDM Perhubungan akan terus memperkuat lembaga STPI dan Pusbang SDM Perhubungan Udara menjadi lebih baik. “Paling tidak, kedua lembaga itu bisa menjaga dan mempertahankan kualitas pendidikan dan lulusannya di dunia kerja. Mereka harus siap bersaing di pentas global,” tukas Tommy.

Mantan Staf Ahli Menhub itu menambahkan, fasilitas pendidikan dan latihan di sekolah penerbangan akan diperkuat. Sekolah pilot adalah pendidikan praktis. Selain matang di bidang teori, juga mempunyai pengalaman praktis untuk terbang.

“Sangat aneh jika sekolah pilot tapi tak punya esawat latih, bandara dan fasilitas pendukung lainnya. Kita komitmen untuk menambah dan memperkuat fasilitas pendidikan dan latihan untuk mereka,” papar Tommy.

Kepala Pusbang SDM Perhubungan Udara Yudisari Sitompul menambahkan, sekolah penerbangan milik Kemenhub akan terus ditingkatkan kualitasnya. STPI menjadi ujung tombak pendidikan pilot dan ATC di Tanah Air.

“Bukan hanya kapasitas, daya tampung sekolah penerbang di Indonesia juga akan ditambah. Implikasinya, mereka mampu mendidik calon pilot yang lebih banyak lagi,” katanya pada beritatrans.com.

“Prestasi dan penghargaan dari ICAO ini harus menjadi pemacu semangat untuk terus maju dan lebih baik lagi. Semua lulusan pilot kita harus memenuhi standard dan diakui dunia international. Ini mutlak harus dipenuhi dan diwujudkan,” tegas Yudi.(helmi)