Angkasa Pura 2

Neta: Cegah Bentrokan, Ganti Seragam Loreng Brimob

Aksi PolisiKamis, 20 November 2014
Neta-S-Pane

JAKARTA (beritatrans.com) – Indonesia Police Watch (IPW) mendesak pemerintah segera memerintahkan Kapolri Jenderal Pol Sutarman untuk secepatnya mencabut penggunaan seragam loreng pada Brimob. Jika hal ini tidak dilakukan bentrokan TNI-Brimob dikhawatirkan akan meluas ke daerah lain.

Ketua Presidum IPW Neta Pane di Jakarta, Kamis (20/11/2014) mengatakan, terjadinya bentrokan Polri dan TNI di Batam, pemerintah perlu segera mencopot Kapolda Kepri dan Danrem setempat. Selanjutnya melakukan evaluasi dan mencopot kepemimpinan TNI-Polri yang dinilai bersalah dan tidak mampu menjalankan tugasnya.

“Bagaimanapun bentrokan ini tak terlepas dari kelenggahan elit-elit TNI-Polri dalam mencermati dinamika di Batam pasca bentrokan 21 September 2014 lalu,” kata Neta lagi.

Bentrokan kedua yang terjadi di Batam Kamis (19/11) malam, tidak hanya menakutkan masyarakat. Tapi juga akan membuat investor asing takut masuk ke Indonesia.

“Sebelumnya dalam forum APEC dan G-20, Presiden Jokowi mengundang para investor agar masuk ke Indonesia. Bagaimana mereka mau masuk jika tidak ada jaminan keamanan di Indonesia, mengingat antar aparat keamanan saja saling tembak dan terus menerus bentrok,” kilah Neta.

“Oleh karena itu, perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk mencegah terus berulangnya bentrokan antara apara Brimob dengan TNI termasuk mengganti seragam doreng tersebut. Mereka adalah alat negara yang harus menjaga dan mengamnakan rakyat dan negeri ini. Apa kata dunia jika mereka justru terlibat baku tembak,” papar Neta.

Ditambahkan Neta, kasus bentrokan antara oknum Polri dan TNI di Batam harus menjadi yang terakhir kalinya. Seluruh komponen bangsa, terutama pengambil kebijakan harus arif.

“Tegakkan hukum, berikan sanksi tegas pada yang salah. Kemudian ditindaklanjuti dengan langkah-langkah prositf untuk menghilangkan bibit-bibit permusuhan antar mereka itu,” tegas aktivis muda itu.(helmi)

loading...