Angkasa Pura 2

Tommy: BPSDM Perhubungan Segera Kumpulkan Operator Pelabuhan

SDMKamis, 20 November 2014
Pelindo II

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Pengembangan SDM Perhubungan akan segera memanggil dan bertemu operator pelabuhan di seluruh Indonesia. Mereka itu adalah manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I sampai Pelindo IV dan beberapa operator pelabuhan swasta di Tanah Air.

“Kita perlu berkoordinasi dan bersinergi untuk menyamakan persepsi. Seperti apa kebutuhan SDM di perusahaan mereka, sehingga sekolah-sekolah pelaut dan kepelabuhanan di lingkungan BPSDM Perhubungan bisa menyiapkannya,” ujar Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo menjawab beritatrans.com di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, pemerintahan Jokowi-JK akan segera membangun 24 pelabuhan international. Untuk tahap awal, akan dibangun 10 pelabuhan dulu di berbagai daerah. Proyek itu sekaligus untuk mendukung konsep tol laut serta kapal niaga liner atau berjadwal yang akan melintasi seluruh wilayah Indonesia.

“Sebagai lembaga yang mengelola sekolah dan menyiapkan SDM sektor kepelabuhanan dan pelayaran, BPSDM Perhubungan harus cepat tanggap terhadap dinamika yang berkembang. Kalau proyek pelabuhan itu sudah jadi dan siap dioperasikan, tentu butuh SDM baru. Seperti apa kualifikasi SDM yang mereka butuhkan,” tandas Tommy.

Sekolah-sekolah di lingkungan BPSDM Perhubungan merupakan lembaga pendidikan kedinasan. Dibiayai APBN dan tarunanya hidup dan tinggAL di asrama. “Semua uang yang dikucurkan negara untuk mendidik taruna transportasi harus tepat sasaran. Kualifikasi mereka benar-benar pas dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Jadi, konsep link and match itu bisa 100% terwujud,” papar mantan Staf Ahli Menhub itu.

Untuk moda laut, tambah dia, kebutuhan paling tinggi adalah perwira kapal baik nakhOda atau teknisi kapal. Saat ini, Indonesia belum bisa memenuhi semua kebutuhan itu.

“Kini ada tambahan, butuh SDM profesional di sektor kepelabuhanan. Jadi, kita harus menyiapkan semuanya secara bersamaan. Jangan sampai perwira BPSDM Perhubungan menjadi pengangguran karena tidak terserap dunia kerja,” tegas Tommy.(helmi)

loading...