Angkasa Pura 2

Cheppy: Ambil FIR Wilayah Barat Indonesia dari Singapura

BandaraJumat, 21 November 2014
cheppy hakim

JAKARTA (beritatrans.com) – Flight Information Region (FIR) Indonesia bagian barat masih dikuasai Singapura. Ini sangat rawan intervensi atas kedaulatan wilayah udara Indonesia. Kini anak bangsa sudah mampu melakukan pemanduan udara dan sudan dibentuk BUMN Air Navigation (Airnav).

“Sebagai negara berdaulat dan amanat UU, Pemerintah Indonesia harus segera meakukan negosiasi untuk mengambilalih pelayanan informasi penerbangan oleh Indonesia sendiri. Kini sudah ada BUMN Air Navigation (Airnav) yang melayani pemanduan udara sipil nasional,” ujar pengamat penerbangan Cheppy Hakim di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, daerah seperti Natuna Kepulauan Riau, Batam, Palembang, Jambi, Pekanbaru dan sekitarnya masih dibawah pengawasan FIR Singapura. Masa kita mau terbang di negeri sendiri harus minta izin an lapor ke Singapura. “Dari sisi sosial politik itu tidak benar. Untuk kepentingan pertahanan keamanan juga sangat riskan, ada wilayah udara nasional yang dikuasai dan dilayani negara asing,” kata mantan KSAU itu.

Sesuai amanat UU No.1/2009 tentang Penerbangan, penguasaan FIR wilayah barat Indonesia harus segera diambilalih dari Singapura, selambat-lambatnya 15 tahun sejak UU itu diundangkan.

“Wilayah udara nasional terlebih di daerah perbatasan sangat krusial. Untuk menjaga kedaulatan dan kesatuan NKRI, tak boleh ada otoritas negara lain yang masuk apalagi ikut memberikan pelayanan jasa pemanduan udara seperti itu. Indonesia harus segera mengambialih FIR wilayah barat Indonesia ke pangkuan NKRI,” papar Cheppy.

“Wilayah udara merupakan cyber border atau pagar gaib yang harus dijaga dan diamankan dari kemungkinan masuknya gangguan asing. Oleh karena itu, wajib hukumnya wilayah udara nasional dikuasai negeri sendiri. Sudah ada BUMN Airnav sebagai single provider dalam pelayanan pemanduan udara untuk penerbangan sipil di Tanah Air,” terang Cheppy.

Kalau dulu, FIR barat Indonesia dikuasai Singapura atas nama keselamatan itu bisa dimaklumi. Kini, tak ada alasan lagi karena kemampuan anak bangsa sudah mampu melayani sampai kesana.
“Airnav bisa melayani pmanduan wilayah udara nasional, selain TNI AU serta Bandara Hang Nadim Batam. Ambil secepatnya IR barat Indonesia karena itu menjadi bagian kedaulatan NKRI,” tegas Cheppy.(helmi)

loading...