Angkasa Pura 2

Boeing 787-9 Pertama Buatan South Caroline Masuki Perakitan Akhir

KokpitKamis, 27 November 2014
sumber: en.wikipedia.org

NORTH CHARLESTON (beritatrans.com) – Boeing memasuki tahap akhir perakitan pesawat 787-9 Dreamliner di fasilitas perakitan pesawat Boeing di North Charleston, South Carolina. Sabtu (22/11/14) kemarin, sesuai dengan jadwal, komponen badan pesawat mulai disatukan.

Demikian pernyataan dari laman resmi Boeing yang dirilis Senin (25/11/14) kemarin. Pengerjaan pesawat Dreamliner yang sesuai jadwal membawa kebanggan terhadap tim South Carolina sekaligus menunjukkan kemampuan fasilitas di North Charleston ini. Boeing optimis rencana pengiriman pertama pesawat ini dapat berjalan sesuai jadwal.

Sebelum memasuki tahap pengerjaan akhir di fasilitas South Carolina, tahap desain dan perakitan 787-9 dilakukan di fasilitas Everett, Washington pada Mei 2013 lalu. Pesawat Boeing 787-9 pertama yang dirakit di South Carolina ini merupakan pesanan United Airlines.

“Tim kami telah mempersiapkan dengan matang dan sangat bersemangat dalam pengerjaan Boeing 787-9 ini”, kata Vice President dan General Manager Boeing South Carolina. “dengan selesainya pengerjaan 787-9 sesuai jadwal menunjukkan kami (Boeing South Carolina) tampil baik disini. Kami tak sabar untuk segera mengirimkan pesawat 787-9 buatan South Carolina pertama kami ke United Airlines, dan pesawat-pesawat 787-9 dan 787-8 kami ke kostumer-kostumer kami”, lanjutnya.

787-9 merupakan varian 787/Dreamliner pertama yang ditarik atau “pesawat diperpanjang”, jumlah tempat duduk mencapai 250-290 kursi dengan jarak tempuh 14.800 hingga 15.750 kilometer (8.000 hingga 8.500 mil laut). Varian ini berbeda dari 787-8 dalam beberapa hal, seperti penguatan struktur, pesawat yang diperpanjang, kapasitas bahan bakar yang lebih besar, memiliki berat maksimum lepas landas (MTOW, Maximum Take Off Weight) yang lebih besar, tetapi memiliki lebar sayap yang sama dengan 787-8. Boeing menargetkan untuk bersaing dengan Airbus A330 dan menggantikan produk mereka sendiri, 767-400ER. Seperti 787-8, 787-9 juga akan membuka rute non-stop baru, terbang dengan lebih banyak kargo dan penumpang yang sedikit lebih efisien dibandingkan dengan 777-200ER dan A340-300. (nudiya)