Angkasa Pura 2

Ruang Bongkar Muat di Pelabuhan Tanjung Perak Ditata Ulang

DermagaKamis, 27 November 2014
85916_peti_kemas_di_pelabuhan_tanjung_perak_663_382

SURABAYA (beritatrans.com) – Manajemen PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)/Pelindo III melakukan penataan ulang ruang bongkar muat atau klasterisasi di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dalam rangka terus meningkatkan kapasitasnya.

Direktur Utama Pelindo III, Djarwo Sudjanto mengungkapkan hal ini bertujuan agar mempercepat dan meningkatkan arus peti kemas. “Ini diharapkan target 3 juta TEUs arus petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak pada akhir tahun 2014 dapat tercapai,” kata Djarwo, Kamis (27/11/2014).

Beberapa Terminal yang dilakukan klasterisasi tersebut, liputan6.com merilis di antaranya Terminal Jamrud, Nilam, Mirah dan Kalimas dioperasikan oleh Pelindo III Cabang Tanjung Perak, Terminal berlian oleh PT BJTI dan Terminal Petikemas Surabaya di operasikan oleh PT TPS.

Selain peningkatan infrastruktur tersebut juga dilakukan penambahan peralatan bongkar muat seperti Container Crane (CC), Harbour Mobile Crane (HMC), RTG, Fixed Crane dan peralatan pendukung lainnya.

Penataan tata ruang bongkar muat (dedicated terminal) salah satunya diimplementasikan di Terminal Berlian yang dikhususkan hanya menangani kegiatan bongkar muat petikemas domestik.‎

Program klasterisasi terminal di Pelabuhan Tanjung Perak tersebut selain dilakukan di Terminal Berlian dan TPS juga dilakukan di Terminal lain yaitu Terminal Jamrud Utara yang khusus untuk kegiatan bongkar muat curah kering dan general cargo internasional, Terminal Jamrud Barat difungsikan untuk curah kering internasional, Jamrud Selatan untuk General Cargo dan curah kering domestik.

Sedangkan Terminal Mirah untuk kegiatan general cargo domestic, roro terminal dan project cargo. Terminal Nilam digunakan untuk petikemas domestic, curah cair dan general cargo.

Dengan semakin ditingkatkannya kapasitas pelabuhan, Djarwo mempersilahkan para pengguna jasa untuk memilih sendiri di pelabuhan mana mereka ingin bersandar.

“Silakan bersaing dalam kualitas pelayanan. Kami serahkan kepada pengguna jasa untuk langsung melakukan pembicaraan business to business dengan operator dermaga,” jelasnya.

Ia juga menyatakan siap membantu untuk memberikan masukan kepada pihak pemerintah yang bertindak sebagai regulator, guna segera mempermudah peraturan logistik. (korrie).