Angkasa Pura 2

Tindak Juga Kendaraan Melaju Lambat di Jalur Cepat Jalan Tol

KoridorKamis, 27 November 2014
Jalan lambat

JAKARTA (beritatrans.com) – Operasi Zebra oleh kepolisian sepatutnya menjadi momentum untuk menindak kendaraan yang melaju lambat di jalur cepat jalan tol.

Penindakan itu dibutuhkan mengingat di jalan tol dalam kota, JORR, Cikampek, Jagorawi dan Tol Bandara sudah merupakan pemandangan sehari-hari begitu banyak kendaraan yang melanggar tertib dan displin berlalu lintas.

Tak hanya angkutan umum, semacam truk dan bus, pelanggaran terutama melaju lambat di jalur cepat itu juga dilakukan oleh kendaraan pribadi. Bahkan pelanggaran itu banyak dilakukan oleh kendaraan milik TNI dan Polri.

Walaupun sudah diberi lampu dim atau dibunyikan klakson, pengendara yang melaju lambat di jalur cepat, seperti tidak mengindahkan. Mereka seperti tidak peduli bahwa pengendara lainnya juga ikut membayar di jalan bebas hambatan itu. Bisa jadi juga tidak paham bahwa pelanggaran itu dapat secara tidak langsung menyebabkan kecelakaan.

Pelanggaran semacam itu (melaju lambat di jalur cepat) berpotensi menimbulkan kemacetan arus lalu lintas, minimal berkurangnya kualitas laju kendaraan. Bahkan bisa menimbulkan kecelakaan.

Potensi kecelakaan itu dipicu oleh kendaraan yang melaju cepat harus zigzag untuk melewati kendaraan yang berjalan lambat. untuk pengendara yang nakal, di antaranya terpaksa menggunakan bahu jalan.

DEDICATED LINE
Memang tidak mungkin untuk terus-menerus menggelar razia terhadap pelanggaran berjalan lambat di jalur cepat. Keterbatasa personel dan finansial menjadi hambatan.

Karena itu, perlu ada dedicated line yakni jalur khusus yang betul-betul didedikasikan untuk kendaraan dengan kecepatan maksimal yang diizinkan. Jalur seperti itu tidak perlu pula dibuat seperti jalur busway, yang dilengkapi tanggul pemisah (sparator).

Jalur itu cukup dilengkapi dengan marka atau rambu tertentu yang lebih tegas, sehingga pengendara akan lebih mengetahui secara visual. Pengawasan melalui patroli rutin dilakukan terhadap jalur itu. Bila perlu patroli melibatkan unsur TNI yakni Polisi Militer, untuk menindak pelanggaran oleh kendaraan tentara.

Jalur ini juga dilengkapi CCTV, yang rekamannya bisa dijadikan dasar hukum untuk menindak pengendara.

Operator jalan tol sepatutnya segera berkoordinasi dengan Polri dan TNI dalam membangun dan mengoperasikan dedicated line tersebut. (agus wahyudin).