Angkasa Pura 2

BPH Migas: Harga Naik, Konsumsi BBM Subsidi Turun 5%

KoridorJumat, 28 November 2014
ibrahim-hasyim

JAKARTA (beritatrans.com) – Konsumsi bahan bakar mimyak (BBM) subsidi cenderung menurun sejak kenaikan harga BBM dua pekan terakhir. Warga masyarakat mulai beralih ke BBM non subsidi, karena selisih harganya hanya terpaut Rp1.000 per liter.

“Data yang masuk ke BPH Migas, konsumsi premium subsidi turun sekitar 5% per hari. Saat ini, konsumsi BBM rata-rata hanya 75.000 KL per hari dari sebelumnya 80.000 KL. Sedang konsumsi solar turun menjadi 35.000 KL dari sebelumnya 40.000 KL,” ujar anggota Komite Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) Ibrahim Hasyim menjawab beritatrans.com di Jakarta, Jumat (28/11/2014).

Kendati begitu, lanjut dia, itu masih harus dievaluasi dulu, karena baru berlangsung seminggu. “Kita mesti cermati perilaku konsumen BBM di Indonesia. Apa benar konumsi BBM turun atau karena mereka masih memiliki simpanan BBM subsidi saat membeli dalam jumlah besar kemarin,” kata Ibrahim.

Menurut putra Aceh ini, kalau masyarakat mulai sadar dan beralih menggunakan BBM nonsubsidi itu bagus. Orang-orang kaya pemilik mobil pribadi apalagi mobil mewah tidak selayaknya mengkonsumsi BBM subsidi.

“Harganya hanya terpaut Rp1.000, kini banyak warga mulai beralih menggunakan pertamax dari sebelumnya premium. Menggunakan pertamax lebih irit dan baik ke mesin kendaraan,” kata Ibrahim.

Yang perlu disadari bersama, sejak harga BBM naik dan sebelumnya ada pembatasan penjualan BBM subsidi, ada fenomena baru masyarakat mulai menghemat konsumsi BBM dan mengurangi perjalanan yang kurang perlu.

“Kalau memang sadar dan menghemat pengeluaran belanja BBM subsidi itu bagus. Apalagi, beban subsidi di APBN makin berat dan bisa dialihkan ke sektor lain yang lebih produktif,” tegas Ibrahim.(helmi).