Angkasa Pura 2

Dermaga Pelabuhan Bakauheuni Akan Ditambah Menjadi 16

KoridorJumat, 28 November 2014
Bakauheni

BANDARLAMPUNG (beritarans.com) – Dermaga di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan akan ditambah menjadi sepuluh sehingga ke depan total yang beroperasi di pelabuhan tersebut menjadi 16 dermaga.

“Kami telah mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo untuk menambah dermaga tersebut untuk memperlancar dan mempersingkat waktu penyeberangan di salah satu jalur penyeberangan terpadat di Tanah Air tersebut,” kata Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, di Bandarlampung, Kamis (27/11/2014).

Ia mengatakan bahwa pembangunan perluasan dermaga di pelabuhan tersebut akan dilakukan pada tahun depan. Dermaga tersebut sebagai pengganti kebijakan pembangunan Jembatan Selat Sunda sekaligus mendukung program pengembangan sektor maritim Presiden Jokowi.

Menurutnya, berdasarakan hasil pembicaraan dengan presiden, pemerintah pusat mencanangkan akan membangun dermaga baru di jalur pelabuhan Bakauheni-Merak untuk memperlancar dan mempersingkat waktu tempuh penyeberangan di Selat Sunda.

Saat ini dengan hanya mengoperasikan enam dermaga waktu tempuh pelabuhan Bakauheni-Merak yang seharusnya dapat ditempuh 100 menit menjadi tiga jam lebih.

Ridho menyebutkan dengan adanya penambahan dermaga tersebut diharapkan dapat mempercepat waktu tempuh melintas Selat Sunda sehingga pengangkutan penumpang, sembako dan pangan dari Sumatera ke Jawa bisa lebih cepat.

Kawasan pelabuhan Bakauheni–Merak saat ini termasuk sebagai satu penyebrangan terpenting dan terpadat di Indonesia.

“Angkutan penyeberangan Bakauheni–Merak atau sebaliknya merupakan jalur terpadat di Tanah Air dan sekaligus sering terjadi kemacetan konektivitas Jawa-Sumatera,” kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto seperti disiarkan Antara.

Ia mengatakan bahwa rata-rata jumlah penumpang mencapai 3.171.360 orang dan jumlah kendaraan 3.200.157 per tahun. Hal tersebut belum diimbangi dengan pelayanan yang memadai dengan banykanya kapal tua yang beroperasi.

Selain itu waktu tempuh yang mencapai tiga hingga empat jam, yang idealnya 100 menit, serta beberapa kali terjadi kecelakaan atau kebakaran kapal.

Karena itu, Pemprov Lampung, lanjutnya, mengharapkan dukungan pembangunan pelabuhan penyeberangan oleh pemerintah pusat agar tol laut yang menjadi program pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dapat terwujud. (aliy)

loading...