Angkasa Pura 2

INSA: Pelni Tak Perlu Melayani Lintasan Tol Laut

DermagaJumat, 28 November 2014
INSA

JAKARTA (beritatrans.com) – Ketua Umum Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia (Insa) Carmelita Hartoto menilai kapal-kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) tidak perlu melintasi jalur-jalur tol laut karena merupakan wilayah komersil, yakni ranah dari pihak swasta.

“Pelni ‘kan menjalankan kapal perintis ke daerah-daerah ‘remote’ (terpencil), kalau daerah yang secara komersial sudah jalan dilakukan oleh swasta,” kata Carmelita usai rapat dengan Dewan Kelautan Indonesia (Dekin) di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Kamis (27/11/2014).

Menurut Carmelita, rencana keikutsertaan Pelni sebagai perusahaan plat merah dalam tol laut akan memicu persaingan yang tidak sehat karena dinilai pemerintah terlalu mengambil alih peran yang seharusnya diberikan kepada swasta.

“Bukan memicu lagi, tapi sesuatu hal yang tidak diperlukan, Pelni ‘kan sudah dapat subsisi dari pemerintah, sudah dapat PSO (‘public service obligation’), kalau pemerintah terus, pengusaha mau apa lagi,” katanya.

Dia menjelaskan pemerintah sebagai “agents of development” (agen pembangunan) seharusnya mengembangkan daerah-daerah yang belum terbangun dengan baik, baru setelah itu urusan swasta untuk meneruskannya.

“Kalau ada hal untuk ‘develop’ (mengembangkan) area, itu kerja pemerintah, tetapi kalau sudah jalan dilakukan oleh investor, setelah kapal-kapal perintis berjalan dengan baik, bukan pemerintah lagi, tapi komersial,” katanya seperti dikutip Antara.

Carmelita mengatakan sebetulnya tol laut sudah mulai berjalan dengan kapal berkapasitas 1.000-1.500 TEUs secara bertahap, yang awalnya sampai Makassar sekarang diperpanjang hingga ke Sorong dan Bitung.

“Jadi kapal 3.000 TEUs itu enggak ada, mau masuk pelabuhan mana, infrastruktur belum dibangun, industri belum ada, daerah pinggir belum terbangun benar,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama Pelni Sulistyo Wimbo Hardjito mengaku adanya pembahasan dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan terkait penyediaan kapal dan rute tol laut.

Namun, Wimbo mengaku pihaknya belum bisa memenuhi untuk penyediaan kapal barang, karena kemungkinan besar akan menyewa tidak membeli.

Hal itu disebabkan fokus utama Pelni, yakni mengangkut penumpang yang memberikan pendapatan lebih besar dibanding angkutan barang yang porsinya di bawah 10 persen.

“Kita ‘kan hanya 22 kontainer (satu kapal), kalau kapal barang itu sekitar 1.000-2.000 kontainer, artinya keuntungan hanya dua persennya saja, yang banyak penumpang,” katanya.

Dia mengatakan perkiraan rute untuk tol laut, yakni Kreo, Tobelo, Biak, Tual dan Tanjung Pinang. (aliy)