Angkasa Pura 2

CEO Lion Air Berambisi Pertemukan Presiden Jokowi dengan Bos Airbus

KokpitSabtu, 29 November 2014
ea6daf69387e17e75019cabd2fbb6140a9d25880

ROMA (beritatrans.com) – CEO Lion Air Group Rusdi Kirana berencana mempertemukan pimpinan puncak Airbus Group dan anak perusahaannya ATR (Aerei da Trasporto Regionale) dengan Presiden Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi.

“Saya akan atur waktunya, mungkin awal tahun depan,” kata Rusdi usai acara penandatanganan pembelian 40 unit pesawat ATR-72 seri 600 di kantor perdana menteri Italia di Roma, Kamis sore waktu setempat (27/11/2014) atau Kamis tengah malam WIB.

Undangan kepada Airbus dan ATR ini dilakukan Rusdi untuk merealisasikan ambisinya menghidupkan kembali bisnis dirgantara nasional yang menjadi wilayah kepakaran PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

Menurut Rusdi, pengalaman dan kepakaran Airbus serta ATR dalam memproduksi dan memasarkan pesawat akan amat penting dalam membangkitkan lagi industri pesawat domestik yang sudah dirintis lama itu.

Rusdi berulang kali mengatakan ingin memajukan lagi industri dirgantara domestik lewat PT DI yang memproduksi pesawat relatif sejenis dengan yang dibuat ATR, pesawat berbaling-baling turbojet dua mesin dan dua kokpit.

Rusdi menilai Indonesia dalam beberapa waktu ke depan mampu mengembangkan sendiri industri dirgantaranya.

“Karena kita sudah bisa bikin pesawat, Seperti PT DI yang sebenarnya bisa lebih dikembangkan lagi,” kata Rusdi seperti dilansir Antara.

Kalangan kebijakan dan industri dirgantara Italia dan Prancis sendiri telah membuka tangan lebar-lebar untuk kerjasama lebih luas lagi dengan Indonesia.

“Kami terbuka untuk berbagi pengalaman dengan negeri Anda,” kata Perdana Menteri Italia Matteo Renzi kepada Rusdi Kirana sewaktu penandatangan pembelian 40 pesawat ATR tersebut. (aliy)

loading...