Angkasa Pura 2

Pembangunan Infrastruktur Akan Libatkan Hasil Litbang

KoridorSabtu, 29 November 2014
Tol Makassar

JAKARTA (beritatrans.com) – Pemerintah bertekad menggunakan produk penelitian dan pengembangan (Litbang) untuk menyokong pembangunan infrastruktur, selain demi efisiensi, juga untuk bisa meningkatkan perekonomian nasional.

“Saya perintahkan mulai sekarang semua ditjen harus pakai produk Litbang,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, menjawab pers di Jakarta, Jumat (28/11/2014).

Ia menegaskan, Direktorat Jenderal dituntut untuk mempergunakan hasil produk Litbang PU.

“Sudah waktunya untuk menggunakan barang sendiri. Teknologi ini sudah pasti karena telah melalui uji laboratorium dan lapangan. Bahkan, waktu saya menjadi Kepala Badan Litbang, saya mendorong agar hasil penelitian diuji skala 1:1. Tujuannya agar bisa di tes apakah sudah layak atau belum. Bila belum bisa disempurnakan lagi,” katanya.

Basuki juga menegaskan bahwa menggunakan produk dalam negeri bisa meningkatkan ekonomi bangsa dan negara.

“Tidak perlu menggunakan barang luar negeri dan merasa bangga karena memanfaatkannya. Banggalah menggunakan barang dalam negeri. Bahkan bagi direktur yang tidak menggunakan hasil produk Litbang nanti akan saya pecat,” kata Basuki seperti dilansir Antara.

Salah satu produk Litbang yang kini jadi pembahasan adalah teknologi aspal buton untuk pembangunan jalan nasional yang direncanakan dalam lima tahun ke depan sebanyak 1.000 km jalan tol baru dan 2.650 kilometer jalan nasional baru.

Kepala Badan Litbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Pandu Waskito mengaku, dari total kebutuhan aspal nasional sebesar 1,5 juta per tahun, selama ini, 30 persen menggunakan produk lokal dan sisanya 70 persen impor.

“Kita sedang mengembangkan teknologi aspal buton dan untuk itu kita membangun laboratorium di Pulau Buton dan diharapkan akhir tahun ini selesai. Potensi pruduksi Aspal Buton bisa hingga 700 juta ton,” katanya.

Pandu mengakui, teknologi pemanfaatan aspal buton secara nasional saat ini ada tiga yakni berupa butiran, semi ekstraksi dan full ekstraksi. “Bagusnya kita ingin sudah full ekstraksi,” katanya.

Dia juga mengakui bahwa secara kualitas memang aspal buton baru untuk kualitas jalan dengan lalu lintas rendah seperti jalan kabupaten/kota dan provinsi, sedangkan untuk lalu lintas tinggi seperti jalan nasional, belum.

“Untuk lalu lintas tinggi, sedang diujicoba di salah satu ruas di Jalan Pantura,” kata Pandu. (aliy)

loading...