Angkasa Pura 2

FIF: Larangan Sepeda Motor di Sudirman-Thamrin Tak Signifikan

KoridorSenin, 1 Desember 2014
12df551d645c0a586467a331716689c1

JAKARTA (beritatrans.com) – Kebijakan Pemprov DKI Jakarta melarang sepeda motor melintas di Jalan Sudirman-Thamrin dan Merdeka Barat ditanggapi beragam.

Ada yang galau menyikapinya dan ada pula yang positif, karena masih ada alternatif jalan selain kedua jalan protokol itu. Tapi kalau angkutan umum tak segera dibenahi ya sama saja.

“Saya kira tidak berpengaruh signifikan, mengingat pengguna sepeda motor masih bisa mencari alternative jalan lain,” ujar Direktur Marketing PT Federal International Finance (FIF) Djad Tet Fa menjawab bertatrans.com di Jakarta, Senin (1/12/2014).

Sementara itu, lanjut dia, selama ini pemotor yang melewati jalan protokol Merdeka Barat-MH.Thamrin-Sudirman tidak signifikan jumlahnya dibanding mobil. Yang membuat kemacetan paling besar di Jakarta termasuk Jalan Thamrin dan Merdeka Barat adalah mobil atau kendaraan besar lainnya.

“Dampaknya kurang signifikan mengurangi kemacetan. Pangsa pasar penjualan sepeda motor juga masih terbuka, karena tidak semua bertumpu di Jabodetabek,” kata Tet Fa lagi.

Selama transportasi publik di Jakarta belum bagus masyarakat tentu akan mencari alternative moda transportasi lain yang efisien seperti sepeda motor.

“Mereka (sepeda motor) dinilai paling efisien dan bisa mendukung aktifitas dan produktifitas mereka seperti untuk bekerja dan berusaha,” tegas Tet Fa.(helmi)