Angkasa Pura 2

Agen Tiket Pelni Tutup Penjualan Tiket Pelni di Makassar

DermagaSelasa, 2 Desember 2014
kapal-pelni

MAKASSAR (beritatrans.com) – Himpunan Agen Tiket Pelni (Hatpi) Makassar menutup untuk sementara penjualan tiket PT Pelni melalui agen di Makassar sebagai bentuk protes terhadap kebijakan PT Pelni yang menghapus komisi penjualan bagi agen.

“Kebijakan penghapusan komisi penjualan ini sangat merugikan kami, untuk itu kami akan menutup penjualan tiket Pelni melalui agen di Makassar untuk sementara, sampai ada tindak lanjut terhadap keputusan tersebut,” kata Wakil Ketua Hatpi Faisal Moez di Makassar, Senin (1/12/2014).

Langkah ini diambil untuk menyikapi surat edaran PT Pelni tentang penghapusan komisi No. 10. 22/SE/HKO.05/2014, dalam surat edaran tersebut PT. Pelni menghapus pemberian komisi sebesar 5 persen untuk kelas non ekonomi dan 2,5 persen untuk kelas ekonomi.

Di samping itu PT Pelni juga menetapkan biaya administrasi sebesar Rp10 ribu untuk pembelian tiket di agen, sedangkan pembelian langsung di PT Pelni tidak dikenakan biaya administrasi.

Menurut Ketua Asosiasi Travel Indonesia (Asita) Sulsel Didi Leonardo Manaba, kebijakan ini akan mematikan para pengusaha agen tiket PT. Pelni.

“Konsumen pasti mempertanyakan kenapa harga tiket di Pelni lebih murah dibandingkan dengan di agen, dualisme harga ini sangat merugikan agen tiket,” jelas Didi.

Sementara itu menurut salah seorang pengusaha agen tiket Jayadi, kebijakan yang berlaku sejak Oktober lalu ini telah mengurangi pendapatan mereka lebih dari 70 persen.

“Komisi itu kami gunakan untuk biaya operasional, jika tidak ada komisi, lalu dari mana biaya gaji karyawan kami peroleh,” kata Jayadi seperti dilansir Antara.

Jayadi juga mengatakan bahwa kebijakan ini telah menyalahi kontrak kerja sama antara PT. Pelni dengan pengusaha.

“Dalam kontrak kerja sama kami sudah ada ketentuan mengenai komisi, tetapi PT. Pelni mengambil kebijakan secara sepihak tanpa mengkomunikasikan dengan kami,” kata Jayadi.

Menurut Faisal Moez, jika PT Pelni tidak mengindahkan tuntutan mereka agar menghapus aturan mengenai penghapusan komisi, pihaknya akan mengambil langkah hukum.

“Kami akan menuntut PT Pelni untuk mengembalikan investasi kami,” katanya. (ani)