Angkasa Pura 2

BPSDM Perhubungan Siapkan SDM Kepelabuhanan dan Kebandaraan

SDMSelasa, 2 Desember 2014
Tommy-Afen3 - Copy

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Pengembangan SDM Perhubungan mengantisipasi kebutuhan tenaga profesional di bidang transportasi laut dan udara dalam jumlah dan kualitas yang cukup. Kendati begitu untuk moda transportasi darat, kereta api dan penyeberangan juga harus waspada.

“Kita harus siap menghadapi persaingan bebas ASEAN (MEA). Indonesia harus siap, jangan sampai menjadi penonton di negeri sendiri,” kata Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo pada beritatrans.com di Jakarta, kemarin.

“Pemerintahan Jokowi-JK akan membangun 24 pelabuhan international dan 10 bandara international dalam lima tahun mendatang. Jika semua itu sudah jadi, maka praktis butuh SDM profesional untuk mengoperasikannya,” jelas Tommy lagi.

Sebelum MEA berlaku, 31 Desember 2015 mendatang seluruh SDM Indonesia khususnya di bidang kelabuhanan dan kebandaraan harus siap. “Mereka mempunyai ketrampilan dan kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, mempunyai sertifikasi sesuai kompotensi yang mereka miliki,” ujar Tommy.

BPSDM Perhubungan sebagai lembaga yang bertugas mendidik dan menyiapkan SDM khususnya di bidang transportasi harus bisa mengantisipasi sejak dini. Jangan sampai kalah dan semua posisi diisi orang asing.

“Apa kebutuhan SDM di lapangan dan bagaimana harus menyiapkannya. BPSDM Perhubungan dan seluruh UPT dibawahnya harus siap sedia mendidik SDM unggul dan siap kerja di lapangan tersebut,” papar Tommy.

BPSDM Perhubungan akan mengumpulkan operator pelabuhan dan bandara di Indonesia. Pertemuan itu perlu untuk melakukan koordinasi dan mencari masukan apa kualifikasi SDM yang mereka butuhkan dan apa yang mesti disiapkan oleh lembaga pendidikan di bawah BPSDM Perhubungan.

“Persipan itu harus dilakukan secepatnya, agar saat MEA berlaku semua sudah siap. SDM tersedia dengan kualifikasi bagus sesuai kebutuhan dan mereka mempunyai sertifikasi yang jelas,” tegas mantan Staf Ahli Menhub itu.(helmi)